Iran ancam negara yang ikut perang ekonomi AS: “Akan kami anggap musuh”

Seorang wanita melintasi jalan di Teheran, Iran, pada 8 Juni 2026. (Xinhua)

Teheran, Iran (Xinhua/Indonesia Window) – Pejabat keamanan tertinggi Iran Mohsen Rezaei pada Sabtu (22/8) memperingatkan bahwa negara mana pun yang bergabung dalam perang ekonomi Amerika Serikat (AS) terhadap Iran akan dianggap sebagai "musuh" oleh Teheran.

Rezaei, yang menjabat sebagai sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, menyampaikan pernyataan tersebut dalam wawancara dengan stasiun televisi milik negara, IRIB TV.

Dia mengatakan Iran akan terlebih dahulu bernegosiasi dengan negara-negara tersebut dan meminta mereka untuk tidak ikut campur dalam konflik itu, tetapi memperingatkan bahwa jika mereka menolak, Teheran akan menyerang kepentingan-kepentingan mereka, dan bahwa jika negara-negara sekitar memilih untuk bergabung dalam blokade AS, Iran "tidak akan membiarkan setetes minyak pun diekspor dari Selat Hormuz."

Dia menuturkan bahwa Iran telah mempelajari cara untuk menyiasati sanksi-sanksi AS dan terus melanjutkan penjualan minyak selama bertahun-tahun.

Rezaei juga menegaskan kembali bahwa Selat Hormuz akan tetap ditutup kecuali jika AS memenuhi komitmennya di bawah nota kesepahaman perdamaian Iran-AS yang ditandatangani pada Juni lalu, seraya menambahkan bahwa kali ini Washington harus bertindak terlebih dahulu.

Selain itu, Presiden AS Donald Trump pada Rabu (19/8) mengatakan AS akan melancarkan "operasi ekonomi paling menghancurkan yang pernah dilakukan" terhadap Iran, dan menyebutnya sebagai "perang dan isolasi ekonomi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya." 

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait