
Penyelidikan atas dugaan keterlibatan staf PBB dalam serangan ke Israel terus berlanjut

Sejumlah orang berjalan di Rumah Sakit Nasser di Kota Khan Younis, Jalur Gaza selatan, pada 28 Februari 2024. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Investigasi terkait tudingan Israel yang menyebut bahwa 12 staf Badan Bantuan dan Pekerjaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA) terlibat dalam serangan 7 Oktober 2023 di Israel terus berlanjut, meskipun tim penyelidik belum mengunjungi Israel.
PBB (Xinhua) – Investigasi terkait tudingan Israel yang menyebut bahwa 12 staf Badan Bantuan dan Pekerjaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA) terlibat dalam serangan 7 Oktober 2023 di Israel terus berlanjut, meskipun tim penyelidik belum mengunjungi Israel, ujar seorang juru bicara PBB pada Kamis (29/2).Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres pada Rabu (28/2) menerima kabar terbaru dari Kantor Pelayanan Pengawasan Internal (Office for Internal Oversight Services/OIOS) mengenai pekerjaan mereka terkait investigasi itu, tutur Stephane Dujarric, juru bicara Guterres.OIOS mulai bekerja pada 29 Januari, hari ketika sang sekjen menugaskan mereka untuk melakukan penyelidikan itu. Proses investigasi masih berlangsung, ujar Dujarric.Staf OIOS berencana segera mengunjungi Israel untuk memperoleh informasi dari otoritas Israel yang mungkin relevan dengan investigasi tersebut, imbuhnya.Sejauh ini, tim penyelidik OIOS telah mengkaji informasi awal yang diterima UNRWA dari otoritas Israel. Mereka berkomunikasi dengan sejumlah negara anggota lainnya untuk memperoleh informasi apa pun yang relevan dengan investigasi tersebut. Tim penyelidik OIOS juga telah mengunjungi kantor pusat UNRWA di Amman, Yordania, untuk mendapatkan dan mengkaji informasi yang dimiliki UNRWA yang relevan dengan investigasi itu, lanjut Dujarric.Tim penyelidik akan terus mencari dan memperkuat informasi tambahan serta membandingkan informasi yang diperoleh dengan bahan-bahan milik otoritas Israel, yang diperkirakan akan segera diterima oleh OIOS, urai Dujarric.Saat ditanya mengapa Israel terkesan lamban dalam memberikan bukti, Dujarric menuturkan bahwa dirinya tidak ingin mengatakan apa pun yang akan membahayakan investigasi PBB tersebut."Para kolega kami di OIOS tidak akan berpangku tangan. Mereka telah bekerja secara aktif baik di kawasan tersebut maupun di sini (New York). Mereka telah berkomunikasi sejak awal dengan otoritas Israel," kata Dujarric.Sejauh ini, kerja sama negara-negara anggota PBB dengan penyelidikan OIOS cukup memadai, ujarnya.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Thailand tingkatkan skrining untuk penerbangan dari daerah berisiko tinggi virus Nipah
Indonesia
•
27 Jan 2026

Iran tegaskan kapabilitas pertahanannya tidak dapat dinegosiasikan
Indonesia
•
23 Jan 2025

Feature – Di perbatasan selatan Lebanon, Ramadan terasa muram di tengah rapuhnya gencatan senjata dan tekanan ekonomi
Indonesia
•
20 Feb 2026

AS umumkan bantuan persenjataan tambahan untuk Ukraina sebesar 325 juta dolar
Indonesia
•
20 Apr 2023


Berita Terbaru

Serangan terhadap pemukim di Tepi Barat tembus 1.000 kasus tahun ini
Indonesia
•
13 Jun 2026

Mantan Presiden Korsel Yoon Suk-yeol divonis 30 tahun penjara dalam kasus pengkhianatan negara
Indonesia
•
13 Jun 2026

Iran pastikan perundingan damai dengan AS masuki tahap akhir
Indonesia
•
13 Jun 2026

Iran laporkan 54 awak kapal tewas dan 253 kapal hancur sejak konflik dimulai
Indonesia
•
11 Jun 2026
