Huawei perkuat komitmen bangun infrastruktur hijau dan rendah karbon di Indonesia

Seorang staf mendemonstrasikan solusi otomotif cerdas yang dikembangkan oleh Huawei di Pameran Otomotif Internasional Beijing 2020 di Beijing, ibu kota China, pada 26 September 2020. (Xinhua/Chen Jianli)

Inovasi teknologi ramah lingkungan menjadi komitmen Huawei yang menggunakan material dan kemasan yang lebih ramah lingkungan, guna mengurangi emisi karbon dalam rangkaian prosesnya, serta memproduksi produk yang lebih tahan lama untuk mengurangi limbah.

 

Jakarta (Xinhua) – Huawei mendapat pengakuan dari Carbon Disclosure Project (CDP) atas upayanya dalam mengatasi perubahan iklim serta transparansi dan keterbukaannya, menurut pernyataan media yang dirilis oleh Huawei Indonesia pada Kamis (2/2).

Organisasi nirlaba internasional yang berfokus pada isu-isu lingkungan itu telah memasukkan Huawei ke dalam ‘Daftar A’ untuk Perubahan Iklim, menjadi satu-satunya perusahaan dari kawasan China Daratan yang mendapat pengakuan itu. CDP juga menganugerahkan penghargaan ‘Excellent Environmental Leadership Award’ kepada Huawei.

Yunny Christine, Direktur Corporate Affairs Huawei Indonesia, mengatakan bahwa Huawei menganut konsep “lebih banyak bit dan lebih sedikit watt” (more bits and less watts), yang bertujuan untuk memanfaatkan teknologi guna memungkinkan pembangunan ramah lingkungan dan rendah karbon.

Karena alasan tersebut, Yunny menekankan bahwa Huawei akan terus berfokus pada tiga lapisan dalam solusi arsitektur, dengan mempercepat pengakhiran teknologi 3G dan migrasi pengguna ke teknologi 4G maupun 5G untuk menunjang operasi hijau, mendorong fiberisasi dan solusi jaringan OXC (optical cross-connect) yang disederhanakan untuk efisiensi energi yang lebih tinggi guna mendukung jaringan hijau, serta mengoptimalkan efisiensi jaringan dan energi terbarukan untuk menggenjot situs hijau (green site).

“Dengan komitmen Huawei I ‘Do Contribute’ sebagai pedoman, Huawei akan terus berinovasi di bidang teknologi digital untuk memungkinkan penerapan konsep ramah lingkungan dan rendah karbon di semua industri. Salah satu langkah utamanya adalah menerapkan teknik MIMO (multiple input, multiple output) yang bersifat masif, yang dapat menghemat penggunaan perlengkapan antena hingga 70 persen, serta menggunakan situs surya hibrida outdoor yang dapat menghemat 35.000 ton CO2 atau setara dengan penanaman 19.000 pohon,” ujar Yunny.

Hingga akhir 2022, Huawei telah membantu para pelanggannya menghasilkan lebih dari 695,1 miliar kWh energi hijau, serta mengurangi konsumsi energi sebesar 19,5 miliar kWh, setara dengan menghindari terciptanya hampir 340 juta ton emisi CO2. Selain itu, Huawei memasukkan konsep ekonomi sirkular ke dalam manajemen daur hidup produknya, mulai dari desain produk hingga akhir masa pakainya.

Huawei juga berkomitmen untuk menggunakan material dan kemasan yang lebih ramah lingkungan, guna mengurangi emisi karbon dalam rangkaian prosesnya, serta memproduksi produk yang lebih tahan lama untuk mengurangi limbah. Selain itu, Huawei juga bekerja sama dengan sejumlah mitra, seperti organisasi perlindungan lingkungan dan lembaga penelitian ilmiah, guna memanfaatkan inovasi teknologi ramah lingkungan guna melindungi hutan, lahan basah, laut, dan alam secara keseluruhan.

Sementara itu, Dexter Galvin, Global Director of Corporations and Supply Chains CDP, mengucapkan selamat kepada Huawei atas kinerjanya yang sangat baik. “Transparansi lingkungan merupakan langkah penting pertama menuju masa depan dengan nol emisi dan sifat baik bagi alam (nature-positive). Dalam tahun dengan kekhawatiran tentang lingkungan yang terus meningkat di seluruh dunia, mulai dari cuaca ekstrem hingga kerusakan alam yang belum pernah terjadi sebelumnya, perubahan yang transformasional, mendesak, dan kolaboratif sangatlah krusial,” ujarnya.

“Seiring CDP terus meningkatkan standar perihal apa yang memenuhi syarat sebagai kepemimpinan iklim, hutan, dan air, kami berharap dapat melihat ambisi dan aksi dari perusahaan-perusahaan dalam ‘Daftar A’, serta perusahaan-perusahaan yang ingin dimasukkan ke dalam daftar itu, untuk melakukan hal serupa,” tambah Galvin.

Huawei, yang berkantor pusat di Shenzhen, China, merupakan perusahaan global terkemuka yang menyediakan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK) serta perangkat pintar.

Laporan: Redaksi

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan