
Sekjen PBB serukan keberlanjutan kesepakatan biji-bijian Laut Hitam

Sebuah kapal dari rombongan kedua yang mengangkut biji-bijian Ukraina berlayar melewati Selat Bosphorus di Istanbul, Turkiye, pada 7 Agustus 2022. (Xinhua/Shadati)
Inisiatif Biji-Bijian Laut Hitam yang disepakati pada 22 Juli 2022 awalnya berlaku selama 120 hari dan diperpanjang pada pertengahan November 2022 untuk 120 hari berikutnya, hingga 18 Maret 2023.
PBB (Xinhua) – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres pada Selasa (20/6) mendesak kepada para pihak terkait untuk melakukan upaya terbaik demi memastikan keberlanjutan Inisiatif Biji-Bijian Laut Hitam (Black Sea Grain Initiative), yang memungkinkan ekspor biji-bijian Ukraina dan produk pertanian lainnya dari pelabuhan-pelabuhan di Laut Hitam.Dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh juru bicara sang sekjen, Guterres juga menyerukan kepada para pihak terkait untuk mempercepat operasi tersebut, sembari mengacu pada penurunan pergerakan kapal-kapal yang masuk dan keluar dari pelabuhan-pelabuhan laut Ukraina, dan merosotnya pasokan bahan pangan esensial ke pasar global.Ekspor pangan via Laut Hitam telah merosot dari puncaknya, yakni 4,2 juta metrik ton, pada Oktober 2022 menjadi 1,3 juta metrik ton pada Mei 2023, volume terendah sejak kesepakatan biji-bijian tersebut mulai diberlakukan, menurut pernyataan itu.Inisiatif Biji-Bijian Laut Hitam ditandatangani secara terpisah oleh Rusia dan Ukraina di Istanbul bersama Turkiye dan PBB pada 22 Juli 2022.Inisiatif yang awalnya berlaku selama 120 hari itu diperpanjang pada pertengahan November 2022 untuk 120 hari berikutnya, hingga 18 Maret 2023. Setelah itu, Rusia hanya setuju untuk memperpanjang kesepakatan tersebut selama 60 hari, hingga 18 Mei 2023. Namun pada 17 Mei, Rusia setuju memperpanjang kesepakatan itu selama 60 hari lagi.Sebagai kesepakatan paralel, Rusia dan PBB menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) tentang fasilitasi ekspor pangan dan pupuk Rusia.Pernyataan sekjen PBB tersebut menyebutkan bahwa PBB berkomitmen penuh untuk mendukung implementasi inisiatif dan MoU tersebut, agar ekspor pangan dan pupuk, termasuk amonia, dari Rusia dan Ukraina bisa menjangkau pasar di seluruh dunia dengan aman dan dapat diprediksi."Ini menjadi sangat penting saat ini mengingat panen biji-bijian baru dimulai di Ukraina dan Federasi Rusia," imbuh pernyataan tersebut.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Israel perdalam kendali atas Tepi Barat dengan perluas permukiman ilegal
Indonesia
•
09 Feb 2026

Jubir UNIFIL sebut situasi terkini di Lebanon "paling menantang" sejak 2006
Indonesia
•
21 Oct 2024

CDC AS sebut tingkat vaksinasi COVID-19 di AS lebih rendah dari perkiraan
Indonesia
•
25 Nov 2023

Diplomat: Resolusi perdamaian krisis Ukraina usulan China permalukan AS
Indonesia
•
31 Mar 2023


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
