Industri penerbangan nasional tarik minat Dunlop bangun pabrik baru

Industri penerbangan nasional tarik minat Dunlop bangun pabrik baru
Ilustrasi. (Photo by Imran Creator on Unsplash)

Jakarta (Indonesia Window) – Memiliki iklim lembab membawa keuntungan bagi Indonesia karena di lingkungan seperti itulah – dengan suhu 26-32 derajat Celsius – pohon-pohon karet tumbuh subur dengan produksi melimpah.

Meski Indonesia berada di urutan kedua sebagai penghasil karet dunia dengan jumlah 3.200.000 ton pada 2014, produsen ban pesawat terbang asal Inggris Dunlop Aircraft Tyres tertarik untuk membangun pabrik di Karawang, Jawa Barat.

Selain mempertimbangkan kelimpahan karet, CEO Dunlop Aircraft Tyres Gordon Roper mengatakan pertumbuhan industri penerbangan di tanah air juga menarik minat perusahaannya untuk berinvestasi di Indonesia, demikian laporan Jaringan Pemberitaan Pemerintah (JPP) yang dikutip di Jakarta, Kamis.

Gordon optimistis kapasitas produksi pabrik baru yang akan dibangun bersama mitra bisnisnya PT. Rubberman Indonesia akan mencukupi kebutuhan pasar domestik.

Rubberman Indonesia merupakan industri ban vulkanisir yang memiliki lebih dari 25 pabrik di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.

“Bahkan dengan pasar penerbangan yang terus tumbuh setiap tahun, kami memandang perlu menambahkan kapasitas global kami, supaya kami dapat memenuhi kebutuhan semua konsumen global,” imbuh Gordon.

Sementara itu, Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kementerian Perindustrian Muhammad Khayam menyebutkan rencana investasi Dunlop itu akan memberikan manfaat bagi Indonesia, antara lain peningkatan nilai tambah karet alam yang akan menaikkan harga karet petani.

“Selanjutnya, bisa membuka lapangan pekerjaan baru khususnya tenaga ahli polimer, serta mengurangi impor ban pesawat terbang,” tuturnya.

Pembangunan pabrik ban tersebut juga diharapkan membuka peluang ekspor ban pesawat terbang ke negara-negara di pesisir Asia Timur.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here