Indonesia punya tujuh jenis lobster

Indonesia punya tujuh jenis lobster
Ilustrasi. Lobster tersebar hampir di seluruh perairan Indonesia dan hidup di perairan dangkal hingga kedalaman 100-200 meter di bawah permukaan laut dengan kisaran suhu 20-30 derajat Celsius. (Paul Whittaker from Pixabay)

Bogor, Jawa Barat (Indonesia Window) – Indonesia memiliki tujuh jenis lobster, yang juga dikenal sebagai udang karang atau udang barong, kata ahli crustacea pada Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Rianta Pratiwi, dalam keterangan yang dikutip dari situs LIPI di Bogor, Rabu.

Ketujuh jenis udah karang tersebut adalah lobster pasir (Panulirus homarus), lobster batik (Panulirus longipes), lobster batu (Panulirus penicillatus), lobster Pakistan (Panulirus polyphagus), lobster mutiara (Panulirus ornatus), lobster bambu (Panulirus versicolor), dan lobster batik (Panulirus femoristriga).

“Lobster mutiara dan lobster pasir adalah jenis yang paling potensial untuk dikembangkan melalui sistem budidaya perikanan di Indonesia,” ujar Rianta.

Peluang tersebut didukung oleh total luas wilayah perairan Indonesia yang mencapai 6,32 juta kilometer persegi dengan garis pantai sepanjang 81.000 kilometer.

Selain itu, Indonesia juga memiliki area terumbu karang yang sangat luas, yang merupakan habitat utama lobster.

Dengan nilai ekonomi, dan pangan yang tinggi karena dagingnya yang gurih, halus, lezat dan kaya akan protein, lobster telah menjadi komoditi komersial di seluruh dunia.

“Lobster merupakan jenis yang komersial di sepanjang pantai utara dan selatan Amerika, Afrika, Mediterania, India, Australia, Selandia Baru, dan perairan Indo-Pasifik, termasuk perairan Indonesia,” ujar Rianta.

Dia menjelaskan bahwa lobster tersebar hampir di seluruh perairan Indonesia dan hidup di perairan dangkal hingga kedalaman 100-200 meter di bawah permukaan laut dengan kisaran suhu 20-30 derajat Celsius.

“Mereka biasanya menyenangi daerah terumbu karang, bersembunyi di dalam lubang atau di balik batu-batu karang yang airnya dangkal di daerah tropis ataupun semi tropis,” jelas Rianta, seraya menambahkan bahwa meskipun memiliki morfologi yang sama, habitat lobster berbeda-beda sesuai dengan jenisnya.

Ahli crustacea itu menerangkan bahwa dalam siklus hidupnya, lobster (Panulirus spp.) melewati empat fase, yaitu fase reproduksi/perkembangbiakan, fase larva filosoma, fase lobster muda (puerulus), dan fase lobster dewasa.

Pada fase perkembangbiakan, lobster betina dapat bertelur hingga 460.000 butir dengan masa inkubasi 3-4 pekan.

Pada fase filosoma, lobster dapat mencapai ukuran 36,5 – 37,2 milimeter.

Setelah itu, ukuran lobster akan berkembang hingga 5-10 centimeter pada fase lobster muda.

Selanjutnya pada fase dewasa, panjang lobster betina 16 centimeter, sementara lobster jantan berukuran kurang lebih 20 centimeter.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here