Indonesia desak DK PBB hentikan kekerasan di Afghanistan

Indonesia desak DK PBB hentikan kekerasan di Afghanistan
Ruang sidang Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) di New York, Amerika Serikat. (DK PBB/Indoensia Window)

Jakarta (Indonesia Window) – Indonesia mendesak Dewan Kemanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk menghentikan kekerasan di Afghanistan.

“Kita harus segera bertindak dan tidak bisa lagi menunggu. Kekerasan di Afghanistan harus dihentikan karena hanya akan mengikis upaya perdamaian dan kepercayaan di antara rakyat Afghanistan,” tegas Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi pada pertemuan Arria Formula DK PBB meng​enai Proses Perdamaian di Afghanistan yang diselenggarakan secara virtual pada Jumat (20/11).

Pernyataan Menlu RI tersebut menanggapi kekerasan yang terus menerus terjadi di Afghanistan dengan korbannya mencapai lebih dari 6.000 orang tahun ini.

Pertemuan tersebut dipimpin oleh Menlu Estonia dan dihadiri oleh Presiden dan Menlu Afghanistan serta Menlu Qatar, Finlandia, Norwegia dan Jerman.

Menlu Retno juga menekankan pentingnya proses perdamaian di Afghanistan yang Afghan-owned (dimiliki) dan Afghan-led (dipimpin), serta menempatkan masyarakat Afghanistan sebagai pusat dari proses tersebut.

Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Menlu RI menegaskan bahwa masyarakat internasional harus meningkatkan kontribusi dalam membantu proses perdamaian di Afghanistan.

Peningkatan bantuan internasional dibutuhkan untuk menciptakan situasi yang lebih kondusif di lapangan, meningkatkan kapasitas pemerintah, sekaligus menopang ekonomi masyarakat Afghanistan.

Menlu Retno juga menyatakan bahwa sinergi antarlembaga PBB harus diperkuat untuk lebih membantu proses perdamaian di Afghanistan.

Sinergi tersebut bertujuan untuk lebih melindungi kelompok rentan, serta memberdayakan kaum perempuan. Seluruh lapisan masyarakat harus dilibatkan dalam proses rekonsiliasi dan pembangunan negeri, ujarnya.

Menlu RI lebih lanjut menegaskan kembali komitmen Indonesia untuk terus mendukung Afghanistan hingga mencapai perdamaian yang telah didambakan masyarakat di negara yang terletak di antara Asia Tengah dan Asia Selatan itu.

Sementara itu, Presiden Afghanistan Ashraf Ghani menyampaikan apresiasi kepada DK PBB atas dukungan yang berkesinambungan bagi negaranya.

DK PBB dinilai memiliki peran penting untuk terus mendorong gencatan sejata, mengimplementasikan sanksi, mendukung upaya melawan teroris termasuk pendanaannya, serta mempromosikan upaya konektivitas regional.

Negara-negara peserta pertemuan menyampaikan dukungan akan proses perdamaian yang inklusif di Afghanistan dan mengecam kekerasan yang terus berlangsung.

Sejumlah negara juga menyampaikan penghargaan terhadap peran Indonesia dan Jerman selama ini sebagai negara penjuru dalam pembahasan agenda Afghanistan di DK PBB.

Pertemuan Arria Formula bertujuan untuk mengidentifikasi upaya yang dapat dilakukan DK PBB dan komunitas internasional guna mendukung negosiasi perdamaian Afghanistan, serta memastikan stabilitas dan perdamaian di negara ini.

Indonesia merupakan salah satu sponsor pertemuan Arria Formula bersama Afghanistan, Estonia, Jerman, Finlandia, Norwegia dan Qatar.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here