Indonesia bantu alat pemeriksaan jantung bagi Palestina

Indonesia bantu alat pemeriksaan jantung bagi Palestina
Ketua Dewan Pembina Yayasan Nusantara Palestina Center (NPC), Abdillah Onim (kiri) menyerahkan alat pemeriksa dan pendeteksi penyakit dalam dan penyakit jantung kepada dokter spesialis penyakit jantung, dr. Majdi Syonnat (kanan) di pusat layanan kesehatan Jab. Medical Center Gaza Utara. (Kementerian Luar Negeri RI)

Jakarta (Indonesia Window) – Rakyat Palestina tak henti dirundung kesusahan, terutama dengan blokade oleh Israel yang menghambat suplai obat dan peralatan di seluruh pusat pelayanan kesehatan bagi keluarga miskin di Gaza.

Di bawah tekanan dan keterbatasan akses, Yayasan Nusantara Palestina Center (NPC) bekerja sama dengan Kedutaan Besar Indonesia di Amman, Yordania baru-baru ini menyerahkan alat kesehatan bagi rakyat Palestina di Gaza.

Bantuan itu diserahkan oleh Ketua Dewan Pembina NPC Abdillah Onim dan diterima oleh dokter spesialis penyakit jantung dr. Majdi Syonnat, demikian laporan yang dikutip dari situs jejaring Kementerian Luar Negeri RI.

Bantuan tersebut berupa alat pemeriksa dan pendeteksi penyakit dalam dan penyakit jantung, sekaligus opening ceremonial (peremian) yang ditempatkan di ruang pusat pemeriksaan Jab. Medical Center Gaza Utara yang baru diresmikan.

Dr.Majdi menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang selalu memberikan dukungan bagi rakyat Palestina, khususnya kepada kepada KBRI di Amman dan Yayasan NPC.

Pusat pelayanan kesehatan di kota Jabalia tersebut berada di tengah pemukiman penduduk miskin di Gaza Utara.

Alat kesehatan yang disumbangkan oleh masyarakat Indonesia itu senilai Rp350.000.000 dan menjadi satu-satunya alat moderen yang akan digunakan untuk melayani para pasien secara gratis.

Jumlah pasien yang berobat di pusat pelayanan kesehatan dan ruang pusat pemeriksaan penyakit dalam tersebut mencapai 80 orang dalam sehari.

Atas permintaan Pemerintah Palestina di Gaza, KBRI Amman dan NPC akan membuka kembali dapur umum Indonesia di dalam kompleks Rumah Sakit As-Syifa di kota Gaza City bagi para pasien dan masyarakat setempat yang dilanda krisis bahan makanan.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here