Indonesia-Azerbaijan tandatangani MoU bidang energi

Indonesia-Azerbaijan tandatangani MoU bidang energi
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menunjukkan dokumen nota kesepahaman di bidang energi yang ditandatangani bersama Menteri Energi Republik Azerbaijan Parviz Shahbazov, secara virtual dari Jakarta dan Baku, Azerbaijan pada Jumat (30/4/2021). (Kementerian ESDM)

Jakarta (Indonesia Window) – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif dan Menteri Energi Republik Azerbaijan Parviz Shahbazov menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman di bidang energi secara virtual dari Jakarta dan Baku, Azerbaijan.

MoU tersebut menandagakan level baru hubungan kerja sama bidang energi yang lebih erat antara kedua negara, kata Menteri ESDM.

Indonesia dan Azerbaijan bersepakat untuk berkolaborasi dalam pengembangan minyak dan gas bumi (migas) serta energi baru dan terbarukan (EBT) di masa yang akan datang.

“Besar harapan saya, kerja sama bidang energi antara Indonesia dan Azerbaijan akan berkembang dan dapat ditingkatkan ke level yang lebih tinggi, serta saling menguntungkan bagi kedua negara,” tutur Arifin pada Jumat (30/4).

Dia menambahkan, pandemik yang melanda dunia saat ini, yang dibarengi dengan perlambatan ekonomi, menjadi tantangan nyata, yang memaksa negara-negara di dunia menyingkirkan hambatan di sektor energi dengan rencana dan strategi yang inovatif dan out of the box (di luar kebiasaan). Salah satunya adalah dengan melakukan transisi energi.

“Saya juga ingin menyampaikan bahwa selain mengandalkan penggunaan bahan bakar konvesional untuk mengamankan rantai distribusi, Indonesia saat ini juga berkomitmen untuk melaksanakan transisi energi,” ujar Arifin.

Pada kesempatan yang sama, Shahbazov menyampaikan bahwa Indonesia dan Azerbaijan memiliki hubungan perdagangan migas yang berpotensi untuk dikembangkan.

Menurut Shahbazov, saat ini Azerbaijan memiliki target untuk meningkatkan komposisi energi baru dan terbarukan dalam bauran energi mereka, dengan target kapasitas instalasi listrik sebesar 1.500 MW (megawatt) atau sebesar 30 persen. Target ini dicanangkan untuk menarik lebih banyak investor ke Azerbaijan.

“Dokumen yang kita tandatangani hari ini, termasuk di dalamnya adalah kerja sama dalam bidang EBT, dan juga berbagai kerja sama lain dalam sektor energi. Pada kesempatan ini, saya mengundang stakeholder sektor publik dan swasta, serta investor potensial dari Indonesia untuk bekerja sama dalam bidang green energy (energy hijau),” ujar Shahbazov.

Nota kesepahaman antara Indonesia dan Azerbaijan tersebut bertujuan mengembangkan dan memperkuat hubungan kerja sama antara kedua negara berdasarkan prinsip kesetaraan dan saling menguntungkan.

Selain itu, MoU tersebut diharapkan mempromosikan kerja sama di bidang energi melalui kolaborasi antara sektor pemerintah kedua negara, perusahaan milik negara, dan memfasilitasi kerja sama yang melibatkan sektor swasta.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here