
Sederet indikator perubahan iklim pecahkan rekor, WMO keluarkan peringatan merah

Anak-anak bermain di air mancur buatan untuk menyejukkan diri di taman Hotel Sheraton di Doha, Qatar, pada 6 Juli 2023. (Xinhua/Nikku)
Indikator iklim telah terpecahkan pada 2023, dengan tahun lalu menjadi tahun terpanas yang pernah tercatat, dengan suhu global rata-rata 1,45 derajat Celsius.
Jenewa, Swiss (Xinhua) – Kepala badan iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa (19/3) mengeluarkan peringatan merah saat data baru menunjukkan bahwa rekor untuk semua indikator iklim telah terpecahkan pada 2023.Badan iklim PBB, Organisasi Meteorologi Dunia (World Meteorological Organization/WMO), telah merilis sebuah laporan baru tentang keadaan iklim global pada 2023. Laporan tersebut menunjukkan bahwa tahun lalu rekor-rekor untuk berbagai indikator perubahan iklim, seperti tingkat gas rumah kaca, suhu permukaan, peningkatan panas dan keasaman air laut, naiknya permukaan air laut, penyusutan gletser dan lapisan es di lautan Antarktika, telah terpecahkan."Laporan tahunan ini menunjukkan bahwa krisis iklim merupakan tantangan utama yang dihadapi umat manusia," ujar Sekretaris Jenderal WMO Celeste Saulo dalam sebuah konferensi pers di Jenewa. "Krisis ini terkait erat dengan krisis ketidaksetaraan, seperti terlihat dalam meningkatnya kerawanan pangan, perpindahan penduduk, dan hilangnya keanekaragaman hayati."Laporan tersebut menggarisbawahi bahwa gelombang panas, banjir, kekeringan, kebakaran hutan, dan siklon tropis yang meningkat dengan cepat menyebabkan malapetaka dan kekacauan tahun lalu, yang mengubah kehidupan jutaan orang dan menimbulkan kerugian ekonomi miliaran dolar.WMO mengonfirmasi bahwa 2023 merupakan tahun terpanas yang pernah tercatat, dengan suhu global rata-rata 1,45 derajat Celsius, dengan margin ketidakpastian 0,12 derajat Celsius, di atas tingkat praindustri.
Seorang pria berdiri di dekat rumahnya yang terendam banjir pascahujan lebat di Garissa County, Kenya, pada 22 November 2023. (Xinhua/Joy Nabukewa)
Petugas pemadam kebakaran memadamkan api di kawasan hutan Serra do Coco di Riachao das Neves, Negara Bagian Bahia, Brasil, pada 22 September 2023. (Xinhua/Lucio Tavora)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

IAEA: Tidak ada kerusakan lebih lanjut di Pembangkit Natanz Iran, tingkat radiasi ‘off-site’ normal
Indonesia
•
18 Jun 2025

Tesla tarik kembali 2 juta lebih unit kendaraannya akibat masalah keamanan autopilot
Indonesia
•
14 Dec 2023

Studi: Wanita lebih rentan terhadap penyakit Alzheimer
Indonesia
•
03 Mar 2022

Teleskop raksasa China deteksi lebih dari 900 pulsar baru
Indonesia
•
18 Apr 2024


Berita Terbaru

Laut makin panas, ancaman terhadap manusia meluas hingga kesehatan mental
Indonesia
•
12 Aug 2026

Beton ramah lingkungan mengembang dalam 14 detik, biaya material bisa turun 94 persen
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari Laut Jawa ke Laut Banda: Jejak air tawar ungkap rahasia laut Indonesia
Indonesia
•
09 Aug 2026

Feature – Di tengah riuh IGD, AI bantu tentukan pasien yang harus didahulukan
Indonesia
•
08 Aug 2026
