
Nikkei Jepang anjlok seiring harga minyak melonjak di tengah ketegangan Timur Tengah

Para demonstran menggelar aksi unjuk rasa menentang serangan Israel ke Iran di Teheran, Iran, pada 20 Juni 2025. (Xinhua)
Indeks saham utama Jepang turun pada Senin (23/6), merosot lebih dari 300 poin pada satu tahap di awal perdagangan Tokyo. Hal ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik setelah Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran.
Tokyo, Jepang (Xinhua/Indonesia Window) – Indeks saham utama Jepang turun pada Senin (23/6), merosot lebih dari 300 poin pada satu tahap di awal perdagangan Tokyo. Hal ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik setelah Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran.Indeks saham acuan Nikkei, Nikkei Stock Average yang terdiri dari 225 saham, turun hingga menyentuh angka di atas 38.000 pada perdagangan pagi hari sebelum aksi beli saat harga turun (dip buying) terjadi untuk memperkecil penurunan.Eskalasi ketegangan di Timur Tengah telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor mengenai potensi gangguan pada suplai minyak global, yang mendorong harga minyak mentah berjangka di New York melonjak lebih dari 4 persen.Melonjaknya harga minyak telah menimbulkan kekhawatiran perihal pendapatan perusahaan di Jepang, terutama di sektor-sektor yang sensitif terhadap energi.Saham-saham yang berhubungan dengan semikonduktor, yang telah mendorong kenaikan indeks sebesar 1,5 persen pada pekan sebelumnya, menghadapi tekanan profit-taking yang kuat. Sementara itu, saham-saham yang berkaitan dengan pertahanan menguat di tengah gejolak regional.Pasar saham Singapura juga dilaporkan melemah saat dibuka pada Senin (23/6), dengan Straits Times Index (STI) turun 0,9 persen atau 35,64 poin menjadi 3.847,79, seiring melonjaknya harga minyak menyusul serangan udara Amerika Serikat terhadap tiga fasilitas nuklir di Iran akhir pekan lalu.Beberapa saham yang berkaitan dengan energi di Bursa Efek Singapura (Singapore Exchange/SGX) menguat pada awal perdagangan, termasuk Rex International yang naik 4,55 persen dan RH PetroGas yang menguat 5 persen, mengikuti lonjakan harga minyak mentah global.Harga minyak melonjak pada awal perdagangan pada Senin, dengan harga acuan untuk Brent dan WTI (West Texas Intermediate) dari AS naik lebih dari 4 persen.Harga minyak mentah sebenarnya sudah mulai naik pekan lalu setelah Israel melancarkan serangan udara ke sejumlah target di Iran.Pada Sabtu (21/6), Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa AS telah melakukan serangan terhadap tiga situs nuklir Iran. Langkah ini secara luas dipandang sebagai intervensi langsung untuk mendukung upaya Israel dalam menghancurkan program nuklir Iran, menandai eskalasi signifikan di Timur Tengah dan memicu kekhawatiran akan konflik regional yang lebih luas.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Menteri keuangan Saudi bantah prediksi IMF tentang ekonomi suram
Indonesia
•
10 Sep 2020

China akan berlakukan tarif tambahan untuk produk tertentu dari AS
Indonesia
•
06 Feb 2025

Malaysia incar perusahaan China untuk dorong sektor kendaraan listrik
Indonesia
•
03 Jan 2023

China umumkan kontrol ekspor terhadap barang-barang terkait tungsten, telurium, bismut, molibdenum, dan indium
Indonesia
•
06 Feb 2025


Berita Terbaru

FreeNow hadir di Morowali, investasi China diharapkan gerakkan ekonomi lokal
Indonesia
•
28 Oct 2026

Impor BBM Indonesia dari China bisa melonjak 8 kali lipat, dari 6,6 triliun rupiah jadi 54,45 triliun rupiah
Indonesia
•
28 Oct 2026

Arab Saudi simpan minyak mentah di Jurong Rock Caverns Singapura
Indonesia
•
26 Oct 2026

Danantara buka penjajakan dengan 11 perusahaan China, investasi PLTS dan hilirasasi mineral jadi sorotan
Indonesia
•
27 Oct 2026
