
Ilmuwan temukan gen gandum liar yang bisa hasilkan biji lebih besar dan bergizi

Ilustrasi. (Polina Rytova on Unsplash)
Yerusalem (Al-Quds), Wilayah Palestina yang diduduki (Xinhua/Indonesia Window) – Para peneliti Israel menemukan sebuah gen dari gandum liar kuno yang dapat membuat biji gandum modern menjadi lebih besar sekaligus meningkatkan nilai nutrisinya, demikian disampaikan Universitas Tel Aviv dalam sebuah pernyataan pada Ahad (2/8).
Dalam penelitian mereka, yang diterbitkan dalam jurnal Plant, Cell & Environment, para peneliti menemukan bahwa pengurangan aktivitas gen tersebut menghasilkan biji gandum yang lebih berat dengan kadar protein, zat besi dan seng yang lebih tinggi.
Gen tersebut diidentifikasi pada gandum emmer liar, leluhur kuno dari gandum modern yang memiliki keragaman sifat genetik yang lebih luas dibandingkan varietas yang dibudidayakan saat ini.
Tim tersebut menganalisis sekitar 460 galur gandum liar yang dikumpulkan dari berbagai wilayah dengan iklim berbeda di Israel, serta menggunakan analisis genetik dan teknologi CRISPR, sebuah alat penyuntingan gen, untuk memastikan peran gen tersebut dalam perkembangan biji.
Para peneliti menyebutkan bahwa gandum liar tetap menjadi sumber informasi genetik penting yang dapat membantu sektor pertanian beradaptasi terhadap perubahan iklim dan meningkatnya permintaan pangan global, seraya menambahkan bahwa penemuan tersebut dapat membantu pengembangan varietas gandum di masa depan dengan hasil panen yang lebih tinggi dan kualitas nutrisi yang lebih baik.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Spanyol bersiap hadapi kekeringan musim semi dan gelombang panas musim panas
Indonesia
•
25 Mar 2024

Studi: Kelelawar buah mungkin bisa sembuhkan diabetes
Indonesia
•
21 Jan 2024

Tahap kedua pembangunan ‘pabrik cerdas’ migas lepas pantai pertama China dimulai
Indonesia
•
27 Jul 2023

16.000 izin uji coba kendaraan otonomos telah diterbitkan di China
Indonesia
•
28 Aug 2024


Berita Terbaru

Ilmuwan temukan akselerator partikel terkuat di galaksi, energinya lampaui perkiraan
Indonesia
•
03 Aug 2026

Australia konfirmasi kematian massal pertama akibat flu burung H5N1
Indonesia
•
03 Aug 2026

Ilmuwan kembangkan sensor bioelektronik fleksibel untuk pantau jantung dan otak
Indonesia
•
03 Aug 2026

Gara-gara internet tak diputus, AI Anthropic 'menyusup' ke sistem tiga organisasi nyata saat uji keamanan siber
Indonesia
•
31 Jul 2026
