
Departemen Kehakiman AS sebut putra Joe Biden akan didakwa atas kepemilikan senjata api

Tangkapan layar yang diambil dari laporan CBS News tentang Hunter Biden (kiri), putra Presiden AS Joe Biden, pada 6 September 2023 ini memperlihatkan sang putra sedang berjalan di tempat umum. (Xinhua)
Hunter Biden, putra Presiden Amerika Serikat Joe Biden, didakwa atas kepemilikan senjata api pada akhir bulan ini.
Houston, AS (Xinhua) – Penasihat Khusus David Weiss berencana akan meminta sebuah dewan juri untuk mendakwa Hunter Biden, putra Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, atas kepemilikan senjata api pada akhir bulan ini, demikian disampaikan Departemen Kehakiman AS pada Rabu (6/9)."Undang-undang Peradilan Cepat (Speedy Trial Act) mengharuskan Pemerintah mengajukan atau mengembalikan dakwaan (indictment) ke pengadilan oleh sebuah dewan juri paling cepat pada Jumat, 29 September 2023," ungkap kantor Weiss dalam sebuah pengajuan pengadilan."Pemerintah bermaksud akan meminta pengajuan dakwaan dalam kasus ini sebelum waktu yang ditentukan," imbuh kantor tersebut.Jaksa Agung AS Merrick Garland pada bulan lalu menunjuk Weiss, pengacara AS di Delaware, sebagai penasihat khusus untuk melakukan penyelidikan terhadap Hunter Biden usai perundingan kesepakatan pembelaan yang gagal pada akhir Juli lalu.Para penasihat khusus di AS biasanya ditunjuk untuk menyelidiki kasus-kasus tertentu ketika Departemen Kehakiman menganggap pihaknya sedang mengalami konflik atau kasus-kasus yang dianggap sebagai kepentingan umum.Putra Presiden AS Joe Biden itu telah berada di bawah penyelidikan oleh sebuah dewan juri federal sejak 2018.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Kepala militer Israel klaim "garis kuning" sebagai perbatasan baru di Gaza
Indonesia
•
08 Dec 2025

Negosiasi kesepakatan gencatan senjata Gaza dimulai di Kairo, Mesir
Indonesia
•
28 Feb 2025

Trump bantah ingin pecat gubernur The Fed
Indonesia
•
20 Jul 2025

Latihan militer internasional bertema perang ranjau digelar di Turkiye barat laut
Indonesia
•
30 Nov 2023


Berita Terbaru

AS dan Iran teken MoU secara Elektronik untuk akhiri perang
Indonesia
•
16 Jun 2026

KTT G7 dibuka di tengah gelombang unjuk rasa besar-besaran
Indonesia
•
16 Jun 2026

Feature – Kesepakatan damai tercapai, warga Teheran masih menunggu bukti perdamaian
Indonesia
•
16 Jun 2026

KTT G7 akan bahas krisis geopolitik di tengah meningkatnya perpecahan
Indonesia
•
15 Jun 2026
