
Tragedi Ceuta Spanyol: 57 migran tewas, puluhan ribu lainnya berbalik ke Maroko

Polisi menutup jalan menuju lokasi kecelakaan kereta di Adamuz, Spanyol, pada 19 Januari 2026. (Xinhua/Cheng Min)
Madrid, Spanyol (Xinhua/Indonesia Window) – Jumlah korban tewas di kalangan migran saat berupaya melintasi perbatasan melalui laut menuju Ceuta, sebuah wilayah kantong Spanyol di kawasan Afrika Utara, bertambah menjadi 57 orang per Jumat (31/7).
Sementara itu, sebagian besar migran yang telah memasuki Ceuta dalam dua hari terakhir berbalik kembali ke Maroko, negara tetangga Spanyol. Kondisi itu menandai deeskalasi cepat dari salah satu krisis migrasi ilegal terbesar di perbatasan selatan Spanyol tersebut dalam beberapa tahun terakhir.
Menurut otoritas Spanyol, sekitar 37.500 migran telah kembali ke Maroko setelah memasuki Ceuta. Banyak di antara mereka pulang secara sukarela setelah mengetahui bahwa mereka tidak akan diizinkan menetap di Spanyol atau melanjutkan perjalanan ke daratan utama Spanyol.
Pemerintah Spanyol memperkirakan sekitar 50.000 migran memasuki Ceuta selama krisis tersebut, melampaui kapasitas penampungan di wilayah kantong itu dan memicu pengerahan tambahan personel Kepolisian Nasional, Garda Sipil, serta satuan militer untuk memperkuat pengamanan perbatasan.
Banyak migran yang kemudian berbalik kembali ke Maroko mengatakan kepada media bahwa mereka semula mendapat kesan akomodasi akan tersedia setibanya mereka di Spanyol. Namun, mereka justru mendapati fasilitas-fasilitas penampungan yang penuh sesak dan peluang yang sangat kecil untuk tetap tinggal di Ceuta.
Komisi Eropa pada Jumat menyatakan siap memberikan dukungan tambahan kepada Spanyol, termasuk memperkuat pengerahan personel dari Badan Penjaga Perbatasan dan Pantai Eropa (Frontex) jika diminta oleh Madrid.
Komisi Eropa juga menyatakan terus menjalin komunikasi erat dengan otoritas Maroko untuk memperkuat pengelolaan perbatasan dan mencegah penyeberangan ilegal lebih lanjut.
Komisi tersebut menegaskan bahwa perlindungan terhadap perbatasan eksternal Uni Eropa (UE) merupakan elemen utama dalam Pakta UE tentang Migrasi dan Suaka.
Meskipun jumlah upaya melintasi perbatasan telah menurun drastis, otoritas Spanyol mengatakan aparat keamanan masih dalam status siaga tinggi di sepanjang perbatasan Ceuta dan terus berkoordinasi dengan Maroko untuk mencegah masuknya migran secara ilegal dalam jumlah besar lebih lanjut.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – Penurunan permintaan ‘booster’ naikkan harga vaksin di AS
Indonesia
•
21 Oct 2022

Putin: Rusia dan Ukraina siap bertemu untuk pembicaraan damai setelah 22 Juni
Indonesia
•
20 Jun 2025

Bersatu untuk perdamaian dunia dan mendukung partisipasi Taiwan di PBB
Indonesia
•
05 Sep 2023

APEC luncurkan Visi Putrajaya 2040
Indonesia
•
21 Nov 2020


Berita Terbaru

Korban tewas akibat tanah longsor di Nepal naik jadi 1.403 jiwa, 6.150 orang masih hilang
Indonesia
•
19 Sep 2026

Houthi bantah targetkan Makkah saat konflik dengan Saudi kian memanas
Indonesia
•
19 Sep 2026

AS setujui penjualan 48 jet F-35 ke Saudi senilai 430,55 triliun rupiah
Indonesia
•
19 Sep 2026

Trump di titik kritis Perang Iran: Serang lagi atau diplomasi?
Indonesia
•
19 Sep 2026
