
Laporan: 74 juta orang butuh bantuan kemanusiaan di Tanduk Besar Afrika

Seorang penggembala menggiring ternaknya di Kawasan Somali yang dilanda kekeringan di Ethiopia pada 11 Juni 2023. (Xinhua/Michael Tewelde)
Hujan El Nino 2023 berkontribusi pada peningkatan jumlah orang yang membutuhkan bantuan kemanusiaan di Kawasan Tanduk Besar Afrika.
Nairobi, Kenya (Xinhua) – Jumlah orang yang mengalami kerawanan pangan dan sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan di Tanduk Besar Afrika bertambah menjadi 74 juta orang hingga akhir Februari 2024, demikian menurut sebuah laporan baru yang dirilis pada Jumat (29/3) oleh Organisasi Pangan dan Pertanian (Food and Agriculture Organization/FAO) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan sejumlah badan internasional lainnya.Pada Januari, jumlah orang mengalami kerawanan pangan mencapai 58,1 juta orang, dengan FAO dan badan-badan kemanusiaan, termasuk Dana Anak-anak PBB dan Organisasi Migrasi Internasional, mengaitkan lonjakan tersebut dengan konflik di berbagai negara di kawasan itu dan fenomena cuaca buruk.Negara-negara yang terdampak antara lain Sudan, Ethiopia, Kenya, Djibouti dan Sudan Selatan di Afrika Timur, serta Republik Demokratik Kongo dan Republik Afrika Tengah.
Orang-orang menyusuri seksi jalan yang hancur akibat banjir di Jalan Bangali-Garissa di Tana River County, Kenya, pada 1 Desember 2023. (Xinhua/Li Yahui)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

China tegaskan kembali komitmennya terhadap sistem antidoping global
Indonesia
•
27 Jul 2024

PBB: Pembangunan berkelanjutan cara menuju perdamaian bertahan lama
Indonesia
•
27 Jan 2023

Feature – Tren pesta pernikahan gaya baru di China: Sederhana dan bahagia
Indonesia
•
26 May 2024

China akan perkuat program jaring pengaman bagi warga kurang beruntung
Indonesia
•
28 Aug 2022


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
