Houthi klaim sasar Aramco dan ladang minyak Shaybah, Saudi tunda Forum Investasi

Foto tangkapan layar memperlihatkan truk-truk yang terbakar setelah menjadi target rudal balistik yang dilancarkan oleh kelompok Houthi di dekat kamp militer Al-Wadiah di Provinsi Hadramout, Yaman, pada 7 September 2026. (Pusat Media Houthi/Xinhua)

Riyadh/Sanaa, Arab Saudi/Yaman (Xinhua/Indonesia Window) – Kelompok Houthi di Yaman pada Senin (19/10) menyatakan pihaknya telah melancarkan enam serangan terhadap target-target militer, minyak, dan penerbangan di Arab Saudi selama 48 jam terakhir.

Sementara itu, kekhawatiran keamanan mendorong negara kerajaan tersebut menunda konferensi investasi unggulannya yang semula dijadwalkan berlangsung pada bulan ini.

Juru bicara militer Houthi Yahya Sarea mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa serangan pertama menyasar fasilitas milik raksasa minyak Arab Saudi, Aramco, di Kota Yanbu yang terletak di pesisir Laut Merah. Dia mengeklaim serangan tersebut mengenai target dan memicu kebakaran.

Sarea mengeklaim bahwa serangan kedua menyasar ladang minyak Shaybah di Arab Saudi bagian timur dan menyebabkan kebakaran.

Serangan lainnya menyasar Bandar Udara Internasional King Khalid di Riyadh, Bandar Udara Internasional Abha di Arab Saudi bagian barat daya, instalasi radar di Jabal al-Hisn dan Jabal al-Rahmah, Pangkalan Udara King Khalid di dekat Khamis Mushait, kamp satuan tugas Angkatan Laut Arab Saudi, serta instalasi radar di wilayah Najran di Arab Saudi bagian selatan, menurut klaimnya.

Sarea mengatakan keenam operasi tersebut merupakan tanggapan atas lebih dari 200 serangan udara dan rudal Arab Saudi terhadap Sanaa dan wilayah-wilayah lain di Yaman yang dikuasai kelompok Houthi selama 48 jam terakhir.

Belum ada komentar langsung dari Arab Saudi maupun koalisi pimpinan Arab Saudi.

Klaim-klaim terbaru tersebut muncul di tengah berlanjutnya serangan lintas perbatasan antara Houthi dan Arab Saudi, serta pertempuran sengit antara kelompok tersebut dan pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi.

Serangan rudal Houthi terhadap sebuah pangkalan militer pemerintah di Provinsi Shabwa, wilayah kaya minyak di Yaman bagian tenggara, sebelumnya pada Senin menewaskan 53 orang dan melukai lebih dari 200 lainnya, menurut pemerintah setempat.

Sarea mengatakan kelompok Houthi telah menargetkan apa yang disebutnya sebagai "mobilisasi militer Arab Saudi" di pangkalan tersebut, seraya mengeklaim bahwa sejumlah perwira Arab Saudi termasuk di antara korban tewas maupun terluka.

Ketegangan tersebut berdampak pada sejumlah acara komersial besar di Arab Saudi.

Pada Senin, Arab Saudi mengumumkan bahwa konferensi Future Investment Initiative ke-10, yang semula dijadwalkan berlangsung pada 26-29 Oktober di Riyadh, ditunda sampai 2027.

Sementara itu, parlemen Mesir menunda pemungutan suara mengenai pemberian wewenang untuk dukungan militer bagi Arab Saudi hingga 26 Oktober, setelah sejumlah anggota parlemen dilaporkan meminta kesempatan untuk berbicara.

Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi pada Sabtu (17/10) meminta parlemen memberikan wewenang kepada Mesir untuk membela Arab Saudi jika diminta, seraya menegaskan bahwa yang dimaksudnya adalah "pertahanan", bukan perang.

Yaman dilanda konflik sejak akhir 2014, ketika kelompok Houthi menguasai ibu kota Sanaa dan banyak wilayah utara Yaman. Pada 2015, koalisi pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.

Laporan: Redaksi

 

Bagikan

Komentar

Berita Terkait