Prancis berlakukan jam malam di sejumlah kota usai kerusuhan, 2.397 orang ditangkap

Foto yang diabadikan pada 17 Oktober 2026 ini memperlihatkan sebuah kendaraan yang terbakar dalam aksi unjuk rasa di Paris, Prancis. (Xinhua/Wu Huiwo)

Paris, Prancis (Xinhua/Indonesia Window) – Sejumlah kota di Prancis telah mengumumkan pemberlakuan jam malam mulai Senin (19/10) malam waktu setempat menyusul insiden penjarahan dan kekerasan dalam aksi unjuk rasa pada akhir pekan lalu, demikian dilaporkan media Prancis.

Di Paris, jam malam diberlakukan mulai Senin pukul 23.00 waktu setempat hingga Selasa (20/10) pukul 06.00 waktu setempat di sekitar Place de la Republique dan di jalan-jalan di sekitar kawasan Les Halles, menurut laporan saluran televisi Prancis BFM TV, mengutip otoritas setempat.

Di Lyon, otoritas setempat memutuskan untuk memberlakukan jam malam mulai Senin pukul 21.00 waktu setempat hingga Selasa pukul 06.00 waktu setempat di sebagian kawasan Presqu'ile de Lyon, sebuah area yang terletak di pusat kota, ungkap BFM TV.

Prefek departemen Nord di Prancis utara telah memberlakukan jam malam di sebagian wilayah Lille, Wattignies, Douai, dan Denain mulai pukul 20.00 waktu setempat hingga pukul 06.00 waktu setempat selama dua hari mulai Senin, lapor BFM TV mengutip Matignon, kantor perdana menteri (PM) Prancis. Keputusan tersebut diambil dengan persetujuan semua wali kota yang bersangkutan.

Di Nice, sebuah kota di Prancis tenggara, Wali Kota Eric Ciotti mengumumkan melalui platform media sosial X bahwa jam malam bagi anak di bawah umur diberlakukan mulai Senin pukul 21.00 waktu setempat.

PM Prancis Sebastien Lecornu mengatakan dalam sebuah konferensi pers pada Senin bahwa jam malam parsial diberlakukan di beberapa wilayah mulai Senin malam.

Sekitar 550.000 orang berpartisipasi dalam aksi unjuk rasa di seluruh Prancis pada Sabtu (17/10) pekan lalu. Sebanyak 2.397 orang ditangkap dalam aksi unjuk rasa yang diwarnai kekerasan tersebut, ungkap data yang dirilis oleh Kementerian Dalam Negeri Prancis pada Ahad (18/10).

Sebanyak 997 petugas kepolisian dan gendarmerie mengalami luka-luka, tujuh di antaranya dalam kondisi serius.

Laporan: Redaksi

 

Bagikan

Komentar

Berita Terkait