
Feature – Riset bumbu setahun, Kebuli Pentung Abu Ali tawarkan menu Arab yang ‘pas’ di lidah Indonesia

Mulyadi, pemilik restoran 'Kebuli Pentung Abu Ali, dalam acara ‘KPMI Goes to Industry’ episode ketiga, bertema ‘Rahasia Bisnis Kebuli Pentung, Bikin Ketagihan dan Disukai Orang’, yang digelar di restoran Kebuli Pentung Abu Ali di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (26/10/2024). (Indonesia Window)
Hidangan nasi Arab Kebuli Pentung Abu Ali yang dipadukan dengan cita rasa Indonesia justru dapat diterima masyarakat luas, dengan jumlah pesanan yang semakin meningkat, bahkan saat pandemik COVID-19 melanda.
Bogor, Jawa Barat (Indonesia Window) – Terinspirasi dari hidangan nasi dan daging kambing khas Arab di Guangzhou, China, dan punya garis keturunan etnis Tionghoa-Melayu, lalu menetap di Bogor, Jawa Barat. Inilah yang menjadi latar belakang Mulyadi Abu Ali dan Rika mendirikan bisnis kuliner dengan brand ‘Kebuli Pentung Abu Ali’.“Nama pentung terinspirasi dari makanan Timur Tengah di Guangzhou, China, yang disiapkan oleh Muslim dari Afghanistan dan Pakistan, setiap Jumat. Tentu makanan spesial kebuli ini disajikan dengan warna berbeda,” tutur Mulyadi, dalam acara ‘KPMI Goes to Industry’ episode ketiga, bertema ‘Rahasia Bisnis Kebuli Pentung, Bikin Ketagihan dan Disukai Orang’, yang digelar di restoran Kebuli Pentung Abu Ali di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (26/10).“Yang bikin saya suka adalah potongan daging kambing yang dihidangkan tidak biasa, tapi sangat menarik. Bentuknya seperti pentung,” lanjut Mulyadi, dalam acara rutin yang diselenggarakan oleh Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI) Korwil Bogor tersebut.‘Pentung’ yang dimaksud oleh alumnus Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie itu adalah lamb shank atau ‘sengkel’, yakni paha kambing bagian atas. “Ini bagian yang paling enak, gurih, dan paling juicy, walaupun setelah dimasak lama,” ujarnya.Tanpa memiliki latar belakang apa pun di bidang kuliner, pasangan suami-istri yang ‘hobby’ makan itu ‘terjun bebas’ ke dapur rumah mereka untuk meracik bumbu sendiri, agar menghasilkan cita rasa Arab yang berbeda dari kebanyakan hidangan kebuli di tempat lain.“Bumbu tidak langsung jadi atau diterima banyak orang. Kami riset bumbu kurang lebih satu tahun lamanya,” tutur Mulyadi, seraya menambahkan, “Ada sentuhan Indonesia dengan menu sambal dan acar. Ini juga karena kami suka pedas.”Walaupun hidangan Kebuli Pentung Abu Ali disiapkan di dapur berskala rumah tangga, Mulyadi menerapkan kendali mutu yang ketat guna menjaga cita rasa khas masakannya.“Kami menggramasi semua bumbu dan bahan untuk mempertahankan kualitas. Waktu setiap tahap masak juga diukur. Temperatur juga diukur. Setiap porsi juga kami timbang agar tidak berbeda-beda,” terangnya.Ternyata, dengan memadukan cita rasa Arab dan Indonesia, hidangan nasi Arab Kebuli Pentung Abu Ali justru dapat diterima masyarakat luas, dengan jumlah pesanan yang semakin meningkat, bahkan saat pandemik COVID-19 melanda.
Peserta acara ‘KPMI Goes to Industry’ episode ketiga, menikmati hidangan nasi kebuli dengan 'topping' ayam, di restoran Kebuli Pentung Abu Ali di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (26/10/2024). (Indonesia Window)
Pesanan Kebuli Pentung Abu Ali, siap diantarkan ke pelanggan, pada Sabtu (26/10/2024). (Indonesia Window)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Harga naik ketika Uni Eropa berupaya larang minyak Rusia
Indonesia
•
11 May 2022

China gelontorkan 75 miliar dolar AS untuk infrastruktur dalam negeri
Indonesia
•
05 Jul 2022

China masih jadi sumber utama investasi di Indonesia pada H1 2025
Indonesia
•
30 Jul 2025

Volkswagen pangkas 50.000 pekerjaan lagi, separuh model akan dihentikan pada 2035
Indonesia
•
06 Sep 2026


Berita Terbaru

90 persen wilayah Maluku adalah laut, Indonesia-China perkuat ekonomi biru di Tual
Indonesia
•
25 Sep 2026

Pertumbuhan Asia-Pasifik turun jadi 5 persen, ADB soroti konflik dan el niño
Indonesia
•
24 Sep 2026

Ekonomi global diprediksi tumbuh 2,9 persen, OECD peringatkan inflasi dan krisis energi
Indonesia
•
24 Sep 2026

Direktur IMF sebut ekonomi dunia hadapi berbagai risiko meski tunjukkan ketahanan
Indonesia
•
22 Sep 2026
