Harga minyak mentah Indonesia sentuh 113,50 dolar AS per barel

Harga minyak mentah Indonesia sentuh 113,50 dolar AS per barel
Fasilitas pengeboran minyak Pertamina. (Pertamina)
Advertiser Popin

Jakarta (Indonesia Window) – Harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada Maret 2022 menyentuh level 113,50 dolar AS per barel akibat konflik Rusia-Ukraina yang masih berlanjut. Kondisi ini juga mengerek harga minyak mentah di pasar internasional.

Pasokan minyak mentah dunia yang terganggu dampak dari perang di Eropa Timur itu membuat ICP Maret naik sebesar 17,78 dolar AS per barel dari sebelumnya 95,72 dolar AS per barel pada Februari 2022.

Peningkatan harga minyak mentah utama di pasar internasional juga disebabkan sanksi dan kegagalan infrastruktur produksi di negara-negara penghasil minyak mentah.

Tim Harga Minyak Indonesia menyampaikan bahwa pengenaan sanksi negara-negara Barat atas ekspor minyak mentah Rusia berpotensi menambah defisit pasokan minyak mentah global di saat permintaan mulai meningkat.

Selain itu, konflik yang terjadi di kalangan anggota OPEC+ serta sabotase di negara-negara Afrika Barat dan perang sipil di Libya menyebabkan berkurangnya produksi dan kegagalan dalam memenuhi kuota produksi.

Kerusakan infrastruktur akibat badai melumpuhkan fasilitas ekspor Caspian Pipeline Consortium (CPC) di Kazakhstan sehingga mengganggu penyaluran minyak mentah sekitar 1 juta barel per hari.

Tim Harga Minyak Indonesia juga mengatakan bahwa kenaikan harga minyak juga dipicu larangan impor minyak mentah Rusia oleh Eropa yang berpotensi mengganggu pasokan minyak mentah global sebesar 1,2 juta sampai 4,5 juta barel per hari.

Saat ini, OPEC+ tetap pada kesepakatan awal untuk meningkatkan pasokan hanya sebesar 400.000 barel per hari. Arab Saudi dan UEA sebagai produsen dengan kapasitas cadangan yang besar dan mampu untuk meningkatkan produksi secara instan, sejauh ini tidak menunjukkan kesediaan untuk melakukan peningkatan produksi.

Badan Energi Internasional memprediksikan defisit pada neraca kesetimbangan pasokan dan permintaan minyak mentah global sebesar 700.000 barel per hari pada kuartal kedua tahun 2022.

Dalam laporan OPEC, terdapat revisi penurunan proyeksi produksi minyak mentah negara-negara non-OPEC tahun ini sebesar 12.000 barel per hari menjadi 66,59 juta barel per hari dibandingkan proyeksi laporan Februari 2022.

Sementara itu, kesimpulan Tim Harga Minyak Indonesia menyatakan ada peningkatan proyeksi permintaan minyak dunia pada tahun ini sebesar 100.000 barel per hari menjadi 100,9 juta barel per hari dibandingkan proyeksi laporan Februari 2022.

Sedangkan peningkatan harga terkait stok minyak dipengaruhi oleh penurunan stok industri negara-negara OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development) pada Februari 2022 hingga 29,8 juta barel dibandingkan Januari 2022.

Pada akhir Januari 2022, stok industri negara-negara OECD mencapai 335 juta barel di bawah rata-rata lima tahun terakhir dan berada pada posisi terendah selama delapan tahun terakhir.

Berdasarkan laporan pekanan Badan Administrasi Informasi Energi Amerika Serikat (EIA) penurunan stok Amerika Serikat pada Maret 2022 dibandingkan bulan sebelumnya adalah sebagai berikut.

Stok minyak mentah komersial turun 3,5 juta barel menjadi 409,9 juta barel.

Stok gasoline turun 7,2 juta barel menjadi 238,8 juta barel.

Stok distillate turun 5,6 juta barel menjadi 113,5 juta barel.

Tim Harga Minyak Indonesia juga menyampaikan bahwa di kawasan Asia Pasifik, peningkatan harga minyak mentah juga disebabkan oleh faktor-faktor tersebut, serta pernyataan Pemerintah China yang akan meluncurkan lebih banyak kebijakan guna mendukung peningkatan ekonomi.

Laporan: Redaksi

Advertiser Popin

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here