Trump akan berlakukan serangkaian tarif mulai 1 Oktober

Orang-orang mengunjungi area pameran Lily's Living, perusahaan yang berbasis di Gardena dan bergerak di bidang furnitur kayu dan keramik tradisional China, pada pameran musim panas Las Vegas Market 2025 di Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat, pada 28 Juli 2025. (Xinhua/Zeng Hui)
Harga furnitur di pasar AS pada Agustus 2025 naik 4,7 persen dibandingkan Agustus 2024. Sementara harga furnitur ruang tamu dan ruang makan naik 9,5 persen dalam 12 bulan terakhir.
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Kamis (25/9) mengumumkan bahwa serangkaian tarif, di luar tarif resiprokal yang diberlakukan secara luas terhadap berbagai negara di seluruh dunia, akan dikenakan pada produk-produk tertentu mulai 1 Oktober."Mulai 1 Oktober 2025, kami akan memberlakukan Tarif 100 persen terhadap semua Produk Farmasi bermerek atau yang memiliki hak paten, kecuali Perusahaan itu SEDANG MEMBANGUN Pabrik Manufaktur Farmasinya di Amerika," tulis Trump di media sosial pada Kamis."'SEDANG MEMBANGUN' akan didefinisikan sebagai 'sudah memulai pembangunan' dan/atau 'sedang dalam tahap konstruksi'," jelasnya."Kami akan memberlakukan Tarif 50 persen terhadap semua Kabinet Dapur, Kabinet Kamar Mandi, dan produk-produk terkait, mulai 1 Oktober 2025. Selain itu, kami akan mengenakan Tarif 30 persen terhadap Furnitur Berlapis Kain," tulis Trump dalam unggahan terpisah."Alasan di balik hal ini adalah 'MEMBANJIRNYA' produk-produk ini dari negara lain ke AS dalam skala besar," tulis Trump. "Ini adalah praktik yang sangat tidak adil, tetapi kita harus melindungi proses Manufaktur kita demi keamanan nasional dan alasan lainnya."Trump juga mengumumkan tarif sebesar 25 persen yang berlaku mulai 1 Oktober untuk "Truk Berat (Besar!)" yang diproduksi di luar AS. "Kita ingin para Pengemudi Truk kita tetap sehat dan kuat secara finansial, karena berbagai alasan, tetapi yang paling penting, adalah untuk kepentingan keamanan nasional!" tulisnya.Sebelumnya, ketika pemerintahan Trump memberlakukan tarif terhadap baja, aluminium, tembaga, dan mobil, produsen mobil AS sempat mempertimbangkan untuk mendapatkan lebih banyak komponen dari Meksiko guna memanfaatkan kelonggaran di bawah Perjanjian AS-Meksiko-Kanada (United States-Mexico-Canada Agreement/USMCA), menurut laporan media lokal.Data dari Biro Statistik Ketenagakerjaan (Bureau of Labor Statistics) AS menunjukkan bahwa akibat tarif tersebut, harga furnitur di pasar AS pada Agustus 2025 naik 4,7 persen dibandingkan Agustus 2024. Sementara harga furnitur ruang tamu dan ruang makan naik 9,5 persen dalam 12 bulan terakhir.Untuk obat-obatan, Trump mengatakan pada Agustus bahwa AS akan memulai dengan "tarif kecil" untuk obat-obatan impor sebelum menaikkan tarif itu menjadi 150 persen dalam 18 bulan dan akhirnya menjadi 250 persen.Produsen obat-obatan AS telah menanggapi ancaman tarif Trump dengan serius, menurut laporan pada Kamis. Mereka telah mengumumkan rencana untuk membangun atau memperluas operasi manufaktur di AS dalam beberapa tahun ke depan. Namun, bagi produsen kecil, sulit untuk mengetahui eksposur yang mungkin mereka hadapi.Mahkamah Agung AS akan mempertimbangkan apakah pemerintahan Trump dapat menggunakan wewenang darurat untuk membenarkan tarif yang diberlakukan secara luas terhadap negara lain pada Oktober.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Pekerjaan makin fleksibel naikkan pengeluaran perjalanan warga UEA pada 2023
Indonesia
•
11 Jan 2023

‘Chatbot’ Alibaba, Qwen, rebut pasar massal
Indonesia
•
19 Nov 2025

Laporan APEC serukan reformasi struktural dan pemulihan hijau
Indonesia
•
16 Nov 2022

Beijing akan terus tingkatkan lingkungan bisnisnya
Indonesia
•
22 Jan 2024
Berita Terbaru

Feature – Tianlala bawa aroma dan manis teh susu dari China ke Indonesia
Indonesia
•
29 Jan 2026

Laba bersih Tesla anjlok 46 persen pada 2025
Indonesia
•
29 Jan 2026

Feature – Kelapa Indonesia lebih mudah masuki pasar China berkat jalur pengiriman dan kebijakan preferensial Hainan
Indonesia
•
28 Jan 2026

Penjualan EV di Indonesia naik 141 persen pada 2025, merek-merek China menonjol
Indonesia
•
27 Jan 2026
