
Hamas gelar pertemuan penting di Kairo, bahasa masa depan Gaza dan nasib gencatan senjata

Sejumlah orang terlihat di sebuah jalan yang dipenuhi bangunan-bangunan yang hancur di Gaza City pada 19 Oktober 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Gaza, Palestina (Xinhua/Indonesia Window) – Hamas pada Sabtu (6/6) mengumumkan dimulainya serangkaian pertemuan di Kairo, ibu kota Mesir, bersama berbagai faksi Palestina dan para mediator untuk membahas implementasi perjanjian gencatan senjata serta masa depan Jalur Gaza.
Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, mengatakan kepada reporter bahwa pertemuan itu bertujuan menuntaskan berbagai kesepakatan yang telah dicapai pada fase pertama, termasuk penghentian "agresi dan eskalasi Israel, tindak pembunuhan, pembukaan kembali perlintasan, serta mengizinkan masuknya Komite Nasional."
Menurut Qassem, pembahasan selanjutnya akan difokuskan pada pencarian pendekatan yang rasional dan dapat diterima oleh semua pihak mengenai fase kedua, baik yang melibatkan masuknya pasukan internasional maupun komite teknokratik Gaza ke wilayah kantong tersebut, ataupun penanganan masalah senjata Palestina.
Dia menegaskan bahwa Hamas mengutamakan kepentingan rakyat Palestina dan berupaya "menghilangkan segala dalih bagi Israel untuk melanjutkan perang di Jalur Gaza."
Delegasi Hamas yang diketuai oleh pemimpinnya di Gaza, Khalil al-Hayya, bersama perwakilan dari sejumlah faksi Palestina lainnya, tiba di Kairo pada Jumat (5/6) untuk menghadiri pembicaraan yang dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari.
Perkembangan ini terjadi di tengah melemahnya gencatan senjata yang rapuh antara Hamas dan Israel yang disepakati pada Oktober 2025, di mana ketentuan-ketentuan utama, termasuk pelucutan senjata dan pembangunan kembali, hingga kini belum dilaksanakan.
Fase pertama gencatan senjata mencakup pertukaran tahanan dan tawanan, masuknya bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza, serta penarikan pasukan Israel dari sejumlah wilayah.
Amerika Serikat pada pertengahan Januari mengumumkan dimulainya fase kedua gencatan senjata. Tahap ini meliputi penarikan penuh militer Israel, pelucutan senjata Hamas, pelaksanaan pembangunan kembali, serta pembentukan badan pemerintahan transisi di Jalur Gaza.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Pejabat China: Kebohongan AS soal Xinjiang rusak kredibilitasnya dengan cepat
Indonesia
•
31 Aug 2022

China timur laut dilanda hujan salju lebat dan alami penurunan suhu mendadak
Indonesia
•
14 Nov 2022

Imbas operasi militer di Iran, Israel tutup sementara misi diplomatik di seluruh dunia
Indonesia
•
16 Jun 2025

Kunjungan Presiden Xi ke Arab Saudi bikin AS ketar-ketir
Indonesia
•
08 Dec 2022


Berita Terbaru

Komisi PBB: Israel lakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Palestina
Indonesia
•
28 Oct 2026

Ukraina dan Rusia mulai gencatan senjata kemanusiaan di Oleshky
Indonesia
•
28 Oct 2026

Serangan udara Arab Saudi hantam Sanaa saat Houthi klaim lancarkan serangan ke Riyadh
Indonesia
•
26 Oct 2026

Jepang tanggapi serius kebakaran besar 530.000 hektare di Mongolia yang terkait kegiatan Mobicom
Indonesia
•
27 Oct 2026
