Guterres kritik anggota tetap DK PBB yang melancarkan perang dan mengabaikan hukum internasional

Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kerja Sekjen PBB António Guterres di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Ahad (18/10/2026). (Sekretariat Kabinet RI)

Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyerukan reformasi Dewan Keamanan PBB dalam kunjungannya ke Indonesia, seraya memperingatkan bahwa beberapa anggota tetap Dewan Keamanan merusak perdamaian dan keamanan internasional dengan melancarkan perang dan mengabaikan hukum internasional.

Berbicara dalam acara 'Foreign Policy Circle Talks' di Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia di Jakarta pada Senin (19/10), Guterres mempertanyakan apakah komposisi dewan tersebut saat ini mencerminkan realitas geopolitik masa kini.

"Sayangnya, saat ini, kita melihat anggota tetap Dewan Keamanan PBB melancarkan perang sembari mengabaikan hukum internasional," ujar Guterres, seraya menambahkan bahwa struktur Dewan Keamanan saat ini tidak lagi memadai untuk mewakili dunia, sehingga membatasi kemampuan PBB dalam menjaga perdamaian dan keamanan internasional.

"Multilateralisme bukanlah sebuah pilihan, melainkan sebuah keharusan," kata Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Arrmanatha Nasir.

Dia juga menekankan bahwa tidak ada satu negara pun, terlepas dari seberapa kuat negara tersebut, mampu menghadapi tantangan global saat ini sendirian.

Guterres tiba di Indonesia pada Sabtu (17/10) untuk melaksanakan kunjungan resmi selama tiga hari. Selama kunjungannya itu, dia bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto dan pejabat senior lainnya.

Kunjungan tersebut menyoroti upaya Indonesia untuk memperkuat kerja sama multilateral dan mendorong reformasi yang bertujuan menjadikan lembaga-lembaga global lebih representatif dan responsif terhadap tantangan kontemporer. 

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait