
Gletser Swiss menyusut 25 persen dalam satu dekade, 2025 jadi salah satu tahun penyusutan terparah

Foto yang diabadikan dari Kawasan Jungfrau pada 1 Oktober 2024 ini menunjukkan Gletser Eiger di Swiss. (Xinhua/Lian Yi)
Gletser Swiss telah kehilangan seperempat volumenya dalam 10 tahun terakhir, dengan lebih dari 1.000 gletser kecil telah lenyap.
Jenewa, Swiss (Xinhua/Indonesia Window) – Gletser Swiss telah kehilangan seperempat volumenya dalam 10 tahun terakhir, dengan lebih dari 1.000 gletser kecil telah lenyap, demikian diungkapkan GLAMOS, jaringan pemantau gletser di Swiss, dan Komisi Swiss untuk Observasi Kriosfer (Swiss Commission for Cryosphere/SCC) dari Akademi Ilmu Pengetahuan Swiss pada Rabu (1/10).Sementara itu, hampir 3 persen volume gletser hilang di seluruh Swiss pada 2025, menandai tingkat penyusutan tertinggi keempat sejak pengukuran dimulai, di bawah angka tahun 2022, 2023, dan 2003, ungkap GLAMOS dan SCC dalam sebuah pernyataan.Pernyataan itu menyebutkan bahwa meskipun 2025 ditetapkan sebagai Tahun Pelestarian Gletser Internasional, musim dingin dengan kedalaman salju yang rendah dikombinasikan dengan gelombang panas pada Juni dan Agustus menyebabkan pencairan gletser secara besar-besaran di Swiss. Cadangan salju dari musim dingin habis pada paruh pertama Juli, dan massa es mulai mencair lebih awal dari biasanya.Secara spesifik, gletser di bawah ketinggian 3.000 meter di atas permukaan laut mengalami penurunan yang cukup signifikan pada 2025. Beberapa gletser mengalami penurunan ketebalan es melebihi 2 meter, sementara gletser lain yang mengalami penurunan lebih rendah berkurang ketebalannya sekitar 1 meter."Berkurangnya gletser secara terus-menerus juga berkontribusi terhadap ketidakstabilan gunung," ujar Direktur GLAMOS Matthias Huss. "Hal ini dapat menyebabkan kejadian seperti di lembah Lotschental, di mana longsoran batu dan es mengubur Desa Blatten."Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Il-114-300 Rusia terbang perdana dalam waktu dekat
Indonesia
•
28 Nov 2020

Tim ilmuwan China temukan gen padi tahan panas
Indonesia
•
02 May 2025

OpenAI luncurkan aplikasi iOS resmi
Indonesia
•
21 May 2023

Foil tembaga baru gabungkan kekuatan, konduktivitas, dan stabilitas termal
Indonesia
•
18 Apr 2026


Berita Terbaru

19 patogen picu 9,7 juta infeksi dan 50.800 kematian per tahun di AS
Indonesia
•
28 Oct 2026

Amazon di Brasil lepaskan 1,17 miliar ton karbon lebih banyak daripada yang diserap per tahun
Indonesia
•
23 Oct 2026

96 persen terumbu karang dunia terancam kritis akibat pemanasan laut, Great Barrier Reef Australia bisa hancur pada 2075
Indonesia
•
23 Oct 2026

Feature – Menimbang klaim manfaat ‘peach gum’, hidangan penutup dari getah pohon persik
Indonesia
•
22 Oct 2026
