
Laporan Ungkap Mentalitas Sosial di Kalangan Warganet Muda China

Sejumlah anak bersenang-senang di Museum Sains dan Teknologi Xiamen di Xiamen, Provinsi Fujian, China timur, pada 2 Oktober 2024. (Xinhua/Zeng Demeng)
Generasi muda mengalami pergeseran dari mengungkapkan ekspresi secara emosional terkait hubungan mereka dengan orangtua menjadi refleksi yang lebih rasional dan mendalam.
Shanghai, China (Xinhua/Indonesia Window) - Sebuah tim penelitian China telah memublikasikan laporan tentang mentalitas sosial para pengguna internet muda di negara tersebut, mengeksplorasi perubahan kognitif mereka dari 2014 hingga 2024.Tim peneliti dari Universitas Fudan dan Bilibili, platform video terkemuka, mengumpulkan sejumlah besar data dari enam platform daring yang populer di kalangan anak muda yang melek internet (internet-savvy), yakni Bilibili, Douban, Zhihu, Weibo, Xiaohongshu, dan Soul App.Penelitian yang berfokus pada sejumlah indikator utama itu, seperti kebutuhan spiritual dan budaya, tuntutan ideologis dan emosional, perspektif antargenerasi, dan perilaku konsumsi, bertujuan menganalisis tren kognitif yang sedang berkembang di kalangan pengguna internet muda di China.Menurut laporan tersebut, dalam hal kebutuhan spiritual dan budaya, relaksasi muncul sebagai prioritas utama bagi warganet (netizen) muda, dengan video-video terkait gim dan gaya hidup menjadi yang paling berpengaruh.Popularitas dan rekognisi video-video edukasi meningkat dengan laju tercepat dari 2014 hingga 2024, mencerminkan kuatnya keinginan di kalangan anak muda untuk pengembangan diri dan pertumbuhan pribadi.Laporan itu juga mengungkapkan bahwa generasi muda mengalami pergeseran dari mengungkapkan ekspresi secara emosional terkait hubungan mereka dengan orangtua menjadi refleksi yang lebih rasional dan mendalam.Mereka telah mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam perihal kompleksitas serta sifat multidimensional dari hubungan antargenerasi. Kaum muda kini berupaya menyelesaikan konflik dan menjembatani perbedaan melalui tanya jawab secara daring, alih-alih sekadar melampiaskan emosi mereka.Selain itu, minat generasi muda terhadap makanan dan hiburan mengalami peningkatan, mendorong pergeseran dalam tren konsumen populer ke arah produk yang menawarkan kepuasan emosional secara instan.Lebih lanjut menurut laporan itu, belanja terkait koneksi sosial, pembelian yang didorong oleh pertemanan, dan konsumsi terkait hewan peliharaan memperoleh popularitas yang signifikan.Laporan itu menguraikan preferensi konsumsi warganet muda telah berkembang dari pengejaran materi menjadi pemenuhan emosional, dengan "perasaan senang" saat ini menduduki peringkat teratas dalam daftar prioritas terkait keputusan belanja mereka.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Kenya gelar latihan penandaan telinga badak untuk dorong konservasi
Indonesia
•
12 Mar 2023

Komunitas Tionghoa di Venezuela sumbangkan 500 ton barang bantuan bagi korban gempa
Indonesia
•
28 Jun 2026

English – 21 ekspresi untuk ganti ungkapan ‘I think’
Indonesia
•
19 Jun 2022

Megaproyek pengalihan air beri manfaat bagi 15 juta lebih warga Beijing
Indonesia
•
28 Dec 2022


Berita Terbaru

Surat dari Timur Tengah: Tanah Air dirampas, Tatreez menjaga ingatan Palestina tetap hidup
Indonesia
•
08 Sep 2026

2.500 lebih personel penyelamat dikerahkan ke pelabuhan Gyirong yang dilanda tanah longsor di Xizang China
Indonesia
•
07 Sep 2026

China perkuat respons bencana Nepal dengan data satelit dan bantuan kemanusiaan
Indonesia
•
06 Sep 2026

Dari pertukaran berita hingga jurnalis, Forum Shenzhen dorong kolaborasi media
Indonesia
•
06 Sep 2026
