Galaksi Andromeda ternyata tumbuh dengan menelan galaksi lain, ini buktinya

Ilustrasi Galaksi Andromeda. (Bryan Goff on Unsplash)

Galaksi Andromeda dikelilingi oleh halo galaktik yang sangat luas yang dipenuhi dengan banyak gugus bintang berbentuk bola. Gugus-gugus bintang ini berfungsi sebagai ‘fosil’ alam semesta, yang menyimpan sejarah evolusi galaksi tersebut.

 

Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Tim astronom China melakukan pengamatan dan analisis terhadap gugus bintang di halo luar Galaksi Andromeda, tetangga kosmis Galaksi Bimasakti, dengan harapan dapat mengungkap sejarah pertumbuhan galaksi tersebut melalui "kapsul-kapsul waktu" selestial itu.

Penelitian tersebut telah diterbitkan baru-baru ini di dalam jurnal The Astronomical Journal.

Galaksi Andromeda merupakan galaksi besar terdekat dari Bimasakti, dengan jarak sekitar 2,5 juta tahun cahaya. Andromeda juga merupakan salah satu objek terjauh yang dapat dilihat dengan mata telanjang. Galaksi Andromeda dikelilingi oleh halo galaktik yang sangat luas yang dipenuhi dengan banyak gugus bintang berbentuk bola. Gugus-gugus bintang ini berfungsi sebagai ‘fosil’ alam semesta, yang menyimpan sejarah evolusi galaksi tersebut.

Dengan menganalisis usia dan komposisi kimia gugus-gugus bintang tersebut, para astronom dapat menyusun "jurnal pertumbuhan" Galaksi Andromeda, untuk menentukan gugus mana yang "lahir secara lokal" dan gugus mana yang "bermigrasi" dari galaksi lain, kata Gu Hongrui, penulis utama makalah penelitian ini dari Observatorium Astronomi Nasional Akademi Ilmu Pengetahuan China (National Astronomical Observatories of the Chinese Academy of Sciences/NAOC).

Penelitian-penelitian sebelumnya mengalami kesulitan dalam memperoleh parameter-parameter berpresisi tinggi secara bersamaan. Dalam penelitian ini, tim yang dipimpin oleh Zhao Gang, seorang akademisi dari Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS), memanfaatkan data spektroskopi dari teleskop berdiameter 2,16 meter di Observatorium Xinglong NAOC serta data fotometri multi-band untuk pertama kalinya melakukan analisis gabungan terhadap 29 gugus bintang di halo Galaksi Andromeda.

Penelitian ini menentukan usia dan metalisitas (metallicity) dari seluruh 29 gugus bintang, dengan tiga di antaranya dianalisis menggunakan pendekatan gabungan ini untuk pertama kalinya. Temuan yang didapat menunjukkan bahwa gugus-gugus bintang ini kemungkinan besar bukanlah "penghuni asli" Andromeda, melainkan berasal dari galaksi-galaksi satelit yang lebih kecil yang kemudian bergabung dan terserap ke dalam halo Andromeda dalam rentang waktu kosmis yang sangat panjang, papar Fan Zhou, salah satu penulis koresponden penelitian ini di NAOC.

"Penelitian ini tidak hanya memperdalam pemahaman kita tentang proses pembentukan Galaksi Andromeda, tetapi juga memberikan petunjuk penting bagi arkeologi galaktik masa depan. Ke depannya, Teleskop Stasiun Luar Angkasa China yang akan diluncurkan di masa depan akan menyediakan data dekat-ultraviolet dengan resolusi lebih tinggi, sehingga diharapkan akan terus mengungkap lebih banyak sejarah kosmis untuk penelitian semacam ini," kata Zhao.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait