‘France Libre’ jadi nama kapal induk bertenaga nuklir baru Prancis

Presiden Prancis Emmanuel Macron berbicara dalam pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum) di Davos, Swiss, pada 20 Januari 2026. (Xinhua/Lian Yi)

Kapal induk bertenaga nuklir Prancis terbaru menelan biaya hampir 10 miliar euro atau setara 11,5 miliar dolar AS dan dijadwalkan mulai beroperasi pada 2038.

 

Paris, Prancis (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Rabu (18/3) mengumumkan nama kapal induk baru negaranya mendatang, yaitu ‘France Libre’ (Prancis Merdeka), dalam kunjungan ke Kota Nantes, Prancis barat, tempat komponen utama kapal tersebut akan diproduksi.

Macron menyebut kapal induk bertenaga nuklir sebagai hal yang sangat penting bagi daya tangkal nuklir Prancis. Dia mengatakan kapal baru itu akan menjamin "kemandirian Prancis untuk beberapa dekade ke depan," seraya menegaskan bahwa tanpa industri pertahanan yang kuat, Prancis akan menghadapi "ketergantungan militer, dominasi pihak lain secara strategis, dan subordinasi ekonomi."

Kapal induk bertenaga nuklir yang baru ini menelan biaya hampir 10 miliar euro atau setara 11,5 miliar dolar AS dan dijadwalkan mulai beroperasi pada 2038. Macron mengatakan proyek tersebut akan menciptakan lapangan kerja, menguntungkan perusahaan dalam negeri, serta mendukung pengembangan industri pertahanan nasional.

*1 euro = 19.411 rupiah

**1 dolar AS = 16.990 rupiah

Kapal induk baru ini dirancang untuk menggantikan kapal induk bertenaga nuklir yang ada saat ini, ‘Charles de Gaulle’, yang namanya diambil dari nama presiden sekaligus jenderal Prancis Charles de Gaulle. Kapal itu mulai dioperasikan pada 2001.

Menurut laporan stasiun televisi Prancis BFM TV, kapal baru tersebut akan memiliki bobot sekitar 77.000 ton, lebih berat daripada ‘Charles de Gaulle’ yang berbobot sekitar 42.000 ton.

Saat berbicara di hadapan pasukan bersenjata Prancis yang ditempatkan di Uni Emirat Arab (UEA) pada Desember tahun lalu, Macron mengumumkan dimulainya pengembangan dan pembuatan kapal induk baru milik Angkatan Laut Prancis itu, yang dia sebut sebagai langkah penting untuk meningkatkan kekuatan maritim Prancis.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait