
Fosil tengkorak 'Homo erectus' berumur jutaan tahun digali di China tengah

Fosil Homo Erectus berhasil digali di situs Periode Paleolitikum Awal di Provinsi Hubei, China tengah, dan menjadi spesimen paling utuh dari spesies itu untuk umurnya yang pernah ditemukan di pedalaman Eurasia. (Xinhua)
Fosil tengkorak Homo erectus paling utuh untuk umurnya yang pernah ditemukan, berhasil digali di pedalaman Eurasia di situs Periode Paleolitikum Awal di Provinsi Hubei, China tengah, tempat tengkorak pertama dan kedua, yang berasal dari 800.000 hingga 1,1 juta tahun lalu, masing-masing digali pada 1989 dan 1990.
Wuhan, China (Xinhua) – Fosil "Tengkorak Manusia Yunxian No. 3" telah berhasil digali, dan para peneliti mulai memperbaiki serta menelitinya, demikian diumumkan departemen kebudayaan dan pariwisata Provinsi Hubei pada Senin (26/12).Tengkorak tersebut diyakini sebagai spesimen Homo erectus paling utuh untuk umurnya yang pernah ditemukan di pedalaman Eurasia. Tengkorak itu ditemukan pada 18 Mei di situs Periode Paleolitikum Awal di Provinsi Hubei, China tengah, tempat tengkorak pertama dan kedua, yang berasal dari 800.000 hingga 1,1 juta tahun lalu, masing-masing berhasil digali pada 1989 dan 1990.Proses ekskavasi menemui kesulitan karena tengkorak ketiga itu dikelilingi oleh beberapa fosil hewan. Para arkeolog membutuhkan waktu enam bulan untuk memindahkan bebatuan yang mengelilingi tengkorak itu dan memisahkan fosil manusia dari fosil hewan maupun objek bebatuan.Para peneliti melakukan pemodelan tiga dimensi lebih dari 20 kali, mengambil 200.000 lebih foto, merekam seluruh proses ekskavasi, serta mengekstraksi lebih dari 1.400 sampel sedimen, kata Lu Chengqiu, direktur proyek ekskavasi itu.Gao Xing, seorang peneliti di Institut Paleontologi dan Paleoantropologi Vertebrata yang berada di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China, mengatakan bahwa tengkorak ketiga yang terawetkan dengan baik tersebut akan mengisi celah penelitian dari kecacatan yang ditemukan pada dua tengkorak pertama.Fosil tengkorak Homo erectus itu akan memberikan bukti penting bagi evolusi Homo erectus serta asal dan perkembangannya di Asia Timur, ujar Gao.Sejumlah besar alat bebatuan yang ditemukan di situs tersebut juga membuktikan bahwa Manusia Yunxian mampu berburu, menciptakan, dan menggunakan alat pada jutaan tahun yang lalu. Berbagai fosil hewan herbivora, seperti gajah, kuda, dan sapi, juga ditemukan di lokasi itu, dan para peneliti berspekulasi bahwa hewan-hewan itu merupakan sisa-sisa makanan Manusia Yunxian.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Nyanyian opera Italia masuk Daftar Warisan Dunia UNESCO
Indonesia
•
08 Dec 2023

PBB dan mitra kemanusiaannya tingkatkan respons gempa di Afghanistan
Indonesia
•
11 Oct 2023

Warna kulit pengaruhi produksi vitamin D dalam tubuh
Indonesia
•
08 Jul 2021

Opini – Model MSDM Hibrida: Sinergi kekeluargaan dan profesionalisme dalam pengelolaan SDM lembaga Islam kontemporer
Indonesia
•
05 Aug 2025


Berita Terbaru

Feature – Remaja difabel Gaza berjuang bertahan hidup di tengah luka dan pengungsian
Indonesia
•
24 May 2026

Beban kesehatan mental global naik dua kali lipat sejak 1990
Indonesia
•
23 May 2026

Jumlah kasus hantavirus yang dilaporkan naik jadi 12, kasus kematian 3
Indonesia
•
23 May 2026

Feature – Kawan atau lawan? Menengok lika-liku masyarakat Indonesia ‘berteman’ dengan AI
Indonesia
•
23 May 2026
