
Fosil telur dinosaurus yang rentan kini terlindungi dalam balutan nanosilika

Foto dokumentasi yang diabadikan pada Desember 2023 ini menunjukkan sekelompok telur dinosaurus yang telah menjadi fosil di situs Gunung Qinglong di Kota Shiyan, Provinsi Hubei, China tengah. (Xinhua/Institut Geosains Hubei di China)
Cangkang telur dinosaurus sebagian besar tersusun dari kalsium karbonat, menjadikannya sangat rentan terhadap karbon dioksida yang ada di udara dan kelembapan.
Wuhan, China (Xinhua/Indonesia Window) – Situs fosil Gunung Qinglong di Shiyan, Provinsi Hubei, China tengah, menjadi rumah bagi lebih dari 3.000 telur dinosaurus yang berasal dari sekitar 86 juta tahun silam, dan termasuk salah satu situs fosil telur dinosaurus paling terkonsentrasi serta terawetkan dengan baik di dunia.
Cangkang telur dinosaurus sebagian besar tersusun dari kalsium karbonat, menjadikannya sangat rentan terhadap karbon dioksida yang ada di udara dan kelembapan. Paparan jangka panjang terhadap fluktuasi kelembapan dan suhu, serta erosi asam-basa pada lapisan batu pasir kasar, mempercepat pelapukan yang meluas dan kerusakan bertahap pada fosil-fosil yang rapuh ini.
Untuk mengatasi tantangan konservasi global tersebut, para peneliti China mengembangkan emulsi komposit nanosilika yang disesuaikan untuk melindungi harta karun paleontologi yang tak tergantikan ini.
Tim peneliti dari Sichuan University of Science and Engineering mengatur material nanokomposit baru ini agar sesuai dengan kondisi geologi unik dan iklim lokal situs tersebut. Setelah diaplikasikan pada permukaan fosil, lapisan tersebut secara signifikan meningkatkan ketahanan terhadap penuaan akibat sinar ultraviolet serta kerusakan akibat asam dan basa.
"Saat emulsi meresap ke dalam fosil telur dinosaurus dan batuan di sekitarnya, emulsi membentuk lapisan kedap udara yang rapat untuk menstabilkan struktur secara keseluruhan dan memperkuat formasi fosil di sekitarnya," ujar Deng Jianguo, peneliti utama sekaligus profesor di universitas tersebut.
Setelah melalui pengujian dan evaluasi yang teliti, pekerjaan konservasi skala penuh telah diselesaikan di seluruh area seluas 6.260,69 meter persegi itu. Pelapisan permukaan telah membungkus fosil-fosil telur langka ini dengan lapisan pelindung yang tahan lama.
"Kami mengimplementasikan hasil penelitian kami menjadi bentuk pertahanan yang kuat bagi fosil, memberikan perlindungan berlapis bagi telur-telur dinosaurus purba ini," kata Deng.
Li Min, chief engineer situs tersebut, mengatakan proyek ini menawarkan model penting bagi konservasi warisan alam yang sistematis baik di dalam maupun luar negeri.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Pakar sebut teknologi baru bawa peluang dan tantangan bagi praktik demokrasi
Indonesia
•
24 Mar 2024

Rusia mulai pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir pertama di Mesir
Indonesia
•
20 Jul 2022

China duduki peringkat pertama dalam pengajuan paten internasional pada 2023
Indonesia
•
14 Mar 2024

COVID-19 – Ahli: Orang dengan antibodi tinggi mungkin terinfeksi tanpa gejala
Indonesia
•
05 Mar 2021


Berita Terbaru

19 patogen picu 9,7 juta infeksi dan 50.800 kematian per tahun di AS
Indonesia
•
28 Oct 2026

Amazon di Brasil lepaskan 1,17 miliar ton karbon lebih banyak daripada yang diserap per tahun
Indonesia
•
23 Oct 2026

96 persen terumbu karang dunia terancam kritis akibat pemanasan laut, Great Barrier Reef Australia bisa hancur pada 2075
Indonesia
•
23 Oct 2026

Feature – Menimbang klaim manfaat ‘peach gum’, hidangan penutup dari getah pohon persik
Indonesia
•
22 Oct 2026
