
Proyek pertukaran untuk berdayakan peneliti muda global diprakarsai di China

Peneliti China Chen Qing (kanan) membantu seorang mahasiswa Nigeria melakukan eksperimen pengendalian hama tanaman singkong di Institut Penelitian Sanya yang dinaungi Akademi Ilmu Pertanian Tropis China di Sanya, Provinsi Hainan, China selatan, pada 17 Juli 2024. (Xinhua/Zhang Liyun)
Forum Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Dunia 2024 berfokus pada berbagai topik, seperti inovasi tata kelola kecerdasan buatan (artificial intelligence) serta integrasi dan pengembangan lintas disiplin ilmu, di venue utama forum itu yang berlokasi di Beijing.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia) – Asosiasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi China (China Association for Science and Technology/CAST) dan Dewan Ilmu Pengetahuan Internasional (International Science Council) pada Selasa (22/10) bersama-sama memprakarsai proyek pertukaran bagi peneliti ilmiah global pada tingkatan karier awal dan menengah.Proyek itu, yang diumumkan di Forum Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Dunia (World Science and Technology Development Forum) 2024, akan berlangsung selama dua tahun, dengan tujuan memberdayakan dan memperkuat suara peneliti yang berada di tingkatan karier awal dan menengah dalam proses kebijakan global dan ilmu pengetahuan internasional.Proyek itu akan menggelar serangkaian aktivitas, seperti pelatihan kepemimpinan ilmiah internasional, dan mendukung para ilmuwan muda untuk berpartisipasi dalam berbagai konferensi ilmiah internasional.Proyek itu juga akan mendorong para peneliti di tingkatan karier awal dan menengah untuk memperkuat pertukaran serta membina kemitraan antarilmuwan muda di level nasional, regional, maupun global, papar CAST.
Para peneliti bekerja di stasiun eksperimental Fasilitas Pengguna Kondisi Ekstrem Sinergetik (Synergetic Extreme Condition User Facility/SECUF) di Beijing, ibu kota China, pada 16 Oktober 2024. Terletak di Pusat Ilmu Pengetahuan Nasional Komprehensif Huairou, SECUF adalah platform untuk penelitian eksperimental, yang dengan sempurna mengintegrasikan kondisi ekstrem termasuk tekanan ultratinggi, suhu ultrarendah, medan magnet tinggi, dan medan optik ultracepat. Pembangunannya mendorong kapasitas China baik untuk penelitian fundamental maupun terapan dalam ilmu pengetahuan material dan disiplin ilmu terkait. SECUF telah memulai uji coba operasional dan 20 stasiun eksperimental dapat diakses oleh pengguna. (Xinhua/Jin Liwang)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Studi ungkap mekanisme ekologis efek semak di Dataran Tinggi Qinghai-Tibet
Indonesia
•
06 Apr 2023

Trump umumkan proyek pertahanan rudal "Golden Dome" senilai 175 miliar dolar AS
Indonesia
•
23 May 2025

Tim ilmuwan di Australia ciptakan plastik alami untuk penggunaan sehari-hari
Indonesia
•
03 Oct 2025

Studi ungkap peran mikroba yang bermanfaat dalam tingkatkan hasil panen
Indonesia
•
05 May 2025


Berita Terbaru

Antibiotik kian tak mempan untuk anak, proyeksi ancaman hingga 2035
Indonesia
•
28 Jul 2026

Studi: Tinggal di lingkungan yang banyak pohon bantu turunkan risiko depresi pada lansia
Indonesia
•
28 Jul 2026

Studi ungkap tanaman 'tahu' kapan harus tumbuh, temuan ini bisa tingkatkan hasil panen
Indonesia
•
28 Jul 2026

Ilmuwan temukan cara baru bakteri cepat kebal terhadap antibiotik, buka peluang pengobatan lebih efektif
Indonesia
•
28 Jul 2026
