‘Financial closing’ tercapai, PLTS terapung Indonesia-UEA diharapkan rampung November 2022

‘Financial closing’ tercapai, PLTS terapung Indonesia-UEA diharapkan rampung November 2022
PLTS Terapung Cirata 145 MWac akan menjadi pembangkit tenaga surya terapung dengan kapasitas terbesar di Asia Tenggara. (Kementerian Luar Negeri RI)

Jakarta (Indonesia Window) – Proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung 145 Megawatt alternating current (MWac) oleh Perusahaan Uni Emirat Arab (UEA) Masdar bersama PT PJB Investasi telah mencapai financial close atau pemenuhan pembiayaan.

Dengan demikian, pembangunan PLTS terapung di Waduk Cirata, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat diharapkan selesai pada November 2022.

Financial close adalah penandatanganan perjanjian pinjaman atau kredit untuk mendapatkan pencairan dana (draw-down) guna membiayai proyek pembangkit listrik pada tanggal sebagaimana ditetapkan dalam Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL).

Duta Besar Indonesia untuk Uni Emirat Arab, Husin Bagis, menyampaikan bahwa dimulainya proses pembangunan PLTS terapung Cirata akan semakin meningkatkan kerja sama kedua negara, terutama di bidang energi terbarukan.

“Kami berharap tercapainya financial closing tersebut dapat menjadi babak baru peningkatan kerja sama RI-UEA di bidang energi terbarukan,”ujarnya dalam keterangan resmi kepada media pada Selasa (3/8).

Menurut Dubes Husin, perkembangnan yang dicapai oleh konsorsium Masdar dan PT PJB Investasi melalui anak perusahaan mereka di Indonesia, PT PJB Masdar Solar Energi (PMSE), sangat menggembirakan.

“Berkat dukungan dari seluruh pemangku kepentingan di Jakarta, proyek investasi senilai 129 juta dolar AS ini bisa terus berjalan, meski di tengah berbagai keterbatasan akibat pandemik yang melanda sejak tahun lalu,” ujarnya.

Proyek investasi tersebut diharapkan berkontribusi pada upaya pemerintah untuk mendorong bauran energi terbarukan hingga 23 persen.

“Pembangkit ini akan menerangi 50.000 rumah dan mengurangi 214 ribu ton emisi karbon dioksida, serta berkontribusi pada penyerapan 800 tenaga kerja,” jelas Dubes Husin.

Konsorsium yang berhasil mengamankan pembiayaan melalui Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC), Societe General dan Standard Chartered, menunjukkan bahwa Masdar dan PJB Investasi dipercaya oleh lembaga keuangan internasional.

“Harapannya, ke depan semakin banyak proyek-proyek energi terbarukan yang bisa dikembangkan oleh Masdar di Indonesia. Mereka telah menyampaikan komitmen untuk membangun 1 Gigawatt di Indonesia,” ujar dubes.

PLTS Terapung Cirata 145 MWac akan menjadi pembangkit tenaga surya terapung dengan kapasitas terbesar di Asia Tenggara.

Penandatanganan Kontrak Jual Beli Listrik (Power Purchase Aggreement/PPA) dilakukan pada 12 Januari 2020 oleh Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini, CEO Masdar Mohamed Jameel Al Ramahi, dan Dirut PT PJB Investasi.

Penandatanganan tersebut disaksikan oleh Menteri BUMN RI Erik Thohir dan Menteri Investasi/Kepala BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) Bahlil Lahadalia, dan dipertukarkan di hadapan Presiden RI Joko Widodo dan Putera Mahkota Mohamed bin Zayed Al Nahyan di Istana Qasr Al Watan, Abu Dhabi.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here