
Dua petinggi BBC mengundurkan diri terkait penyuntingan film dokumenter Trump

Dua bebek terlihat berjemur di bawah sinar matahari dengan latar belakang Gedung Capitol Amerika Serikat (AS) di Washington DC, AS, pada 5 Oktober 2025. (Xinhua/Li Rui)
Film dokumenter BBC dengan menyunting pernyataan-pernyataan yang dilontarkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump dinilai menyesatkan penonton.
London, Inggris (Xinhua/Indonesia Window) – Direktur Jenderal BBC Tim Davie dan CEO BBC News Deborah Turness telah mengundurkan diri dari jabatan mereka menyusul kritik bahwa sebuah film dokumenter BBC menyesatkan penonton dengan menyunting pernyataan-pernyataan yang dilontarkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, demikian diumumkan oleh lembaga penyiaran tersebut pada Ahad (9/11).Pengunduran diri tersebut dilakukan sebelum permintaan maaf yang diperkirakan akan dirilis oleh BBC terkait kontroversi itu pada Senin (10/11)."Saya ingin menyampaikan kepada Anda bahwa saya telah memutuskan untuk meninggalkan BBC setelah 20 tahun," kata Davie dalam pernyataan pengunduran dirinya, seraya menambahkan bahwa "ada beberapa kesalahan yang dilakukan dan sebagai direktur jenderal, saya harus memikul tanggung jawab terbesar."Kontroversi itu berpusat pada film dokumenter Panorama bertajuk ‘Trump: A Second Chance?’ yang ditayangkan tahun lalu. Program tersebut dikritik karena menyatukan klip-klip pidato Trump pada 6 Januari 2021 dengan cara yang diduga memberikan kesan menyesatkan bahwa dirinya mendorong para pendukungnya untuk bergerak menuju Gedung Capitol AS dan ‘bertempur mati-matian.’The Telegraph pada 3 November melansir bahwa sebuah memo internal BBC yang bocor dari Michael Prescott, mantan penasihat eksternal independen untuk komite standar editorial lembaga penyiaran tersebut, menyoroti masalah ini.Menteri Kebudayaan Inggris Lisa Nandy pada Ahad mengatakan bahwa terdapat serangkaian "tuduhan yang sangat serius" yang telah dilontarkan tentang BBC, dan "yang paling serius adalah bahwa ada bias sistemis dalam pelaporan isu-isu sulit di BBC.""Saya telah berbicara dengan pimpinan (BBC) pekan ini, saya yakin bahwa dia memperlakukan hal ini dengan keseriusan yang dibutuhkan," ujarnya saat tampil dalam program berita BBC.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Analis: Mengakui kelaparan tidak hapus tanggung jawab AS atas krisis Gaza
Indonesia
•
01 Aug 2025

Optimal atasi perubahan iklim, Taiwan layak masuk sistem global
Indonesia
•
01 Dec 2019

Pejabat Gedung Putih sebut AS kehabisan uang untuk Ukraina
Indonesia
•
05 Dec 2023

Forum internasional tentang modernisasi China digelar di Beijing
Indonesia
•
29 Mar 2023


Berita Terbaru

Perang AS-Iran masuk bulan keenam, ekonomi global masih bertahan? Ini jawaban IMF
Indonesia
•
12 Sep 2026

PBB: 1.500 warga Palestina terusir akibat pembongkaran Israel di Tepi Barat
Indonesia
•
12 Sep 2026

Aljazair putus hubungan diplomatik dengan UEA, duta besar diberi waktu 48 jam
Indonesia
•
12 Sep 2026

Houthi rebut kawasan Selat Bab al-Mandab, kuasai seluruh pesisir barat Yaman
Indonesia
•
12 Sep 2026
