Feature – Kado kemerdekaan dari alam, elang Jawa kembali menetas di Taman Safari Indonesia

Kado Kemerdekaan dari alam Indonesia elang Jawa kembali menetas di Taman Safari Indonesia. (Foto: Istimewa)

Taman Safari Indonesia (TSI) kembali mencatat keberhasilan konservasi elang Jawa (Nisartus bartelesi) melalui penetasan anakan.

 

Bogor, Jawa Barat (Indonesia Window) — Di tengah perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kabar baik datang dari upaya pelestarian satwa endemik Indonesia.

Dalam keterangan yang diterima Indonesia Window di Jakarta, Senin (17/8), Taman Safari Indonesia (TSI) kembali mencatat keberhasilan konservasi elang Jawa (Nisaetus bartelsi) melalui penetasan anakan dari pasangan Hanum dan Riska.

Anakan Elang Jawa tersebut menetas pada 16 Juni 2026.

Keberhasilan tersebut menjadi istimewa karena untuk pertama kali, dari sembilan keberhasilan reproduksi pasangan Hanum dan Riska, anakan dapat dirawat sepenuhnya oleh induknya secara alami (parent-reared) tanpa bantuan perawatan langsung dari keeper melalui metode hand-raise.

Penetasan tersebut menjadi salah satu kabar penting dalam perjalanan konservasi elang Jawa di TSI. Tidak hanya karena bertambahnya satu individu baru, tetapi karena anakan memiliki kesempatan untuk tumbuh melalui proses pengasuhan alami bersama induknya.

Bukan sekadar menetaskan, tetapi membiarkan alam bekerja sebelumnya, pasangan Hanum dan Riska telah berhasil menghasilkan delapan ekor anakan.

 Pada keberhasilan sebelumnya, keeper memberikan bantuan perawatan melalui metode hand-raise sebagai bagian dari upaya memastikan keselamatan dan keberlangsungan hidup anakan.

Namun, pada reproduksi yang kesembilan, kondisi indukan memungkinkan proses pengasuhan berlangsung secara penuh oleh induk.

Keeper tetap melakukan pemantauan secara intensif, tetapi dengan prinsip minim intervensi. Pemantauan difokuskan pada kondisi fisik dan perkembangan anakan, aktivitas serta perilakunya, pola pengasuhan induk, kesehatan indukan, dan kondisi lingkungan di sekitar area perkembangbiakan.

Pendekatan ini memberikan ruang bagi induk untuk menjalankan perilaku pengasuhan secara alami, sekaligus memastikan kondisi anakan dan indukan tetap terpantau dengan baik.

“Keberhasilan reproduksi elang Jawa yang kesembilan dari pasangan Hanum dan Riska menjadi sebuah pencapaian penting bagi program konservasi kami. Hal yang paling istimewa adalah pada keberhasilan kali ini anakan dapat dirawat secara penuh oleh induknya,” ujar Imam Purwadi, Kurator Satwa Senior Taman Safari Indonesia – Bogor.

“Bagi kami, ini menunjukkan perkembangan positif dalam program pengembangbiakan karena kami tidak hanya mengejar keberhasilan penetasan, tetapi juga berupaya memberikan kesempatan kepada satwa untuk menjalankan proses pengasuhan secara alami,” lanjutnya.

Menjaga elang Jawa berarti menjaga warisan keanekaragaman hayati Indonesia. Elang Jawa merupakan salah satu satwa endemik nusantara yang memiliki nilai penting bagi ekosistem sekaligus menjadi bagian dari identitas keanekaragaman hayati di negeri zamrud khatulistiwa tersebut.

Upaya konservasi elang Jawa tidak berhenti pada keberhasilan reproduksi.

TSI terus mengembangkan pengelolaan konservasi ex-situ yang mencakup reproduksi terkontrol, kesejahteraan satwa, edukasi, penelitian, serta peningkatan kapasitas pengelolaan satwa liar.

Setiap penetasan menjadi bagian dari proses jangka panjang untuk membangun populasi satwa yang sehat, berkelanjutan, dan tetap mampu menunjukkan perilaku alaminya.

“Di momen kemerdekaan ini, penetasan elang Jawa menjadi pengingat bahwa menjaga keanekaragaman hayati Indonesia juga merupakan bagian dari menjaga warisan bangsa,” tambah Imam.

Momentum penetasan elang Jawa ini menjadi semakin bermakna di tengah peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Spesies ini adalah salah satu satwa endemik Indonesia yang memiliki kedekatan kuat dengan identitas nasional. Karakteristik elang Jawa kerap dikaitkan dengan sosok Garuda yang menjadi lambang negara Indonesia, Garuda Pancasila. Karena itu, menjaga elang Jawa bukan hanya tentang mempertahankan keberadaan satu spesies, tetapi juga tentang menjaga bagian dari kekayaan alam yang melekat dengan identitas Indonesia.

Bagi TSI, konservasi bukan sekadar tentang menjaga satwa tetap hidup, tetapi juga memastikan generasi berikutnya memiliki kesempatan untuk mengenal, memahami, dan mencintai kekayaan alam Indonesia.

Taman Safari Indonesia (TSI) kembali mencatat keberhasilan konservasi elang Jawa (Nisartus bartelesi) melalui penetasan anakan.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait