
Ilmuwan China identifikasi evolusi virus flu burung H5N1

Ilustrasi. Virus H5N1 bertanggung jawab atas hilangnya lebih dari 70 juta unggas domestik di Eropa, Afrika, Asia dan Amerika Utara sejak Oktober 2020. (iStock by Getty Images)
Ilustrasi. WHO menyarankan agar para pelancong yang pergi ke negara-negara dengan wabah influenza hewan yang diketahui, harus menghindari peternakan, kontak dengan hewan di pasar hewan hidup, memasuki area di mana hewan dapat disembelih, atau kontak dengan permukaan yang tampaknya terkontaminasi dengan kotoran hewan. (Artem Beliaikin on Unsplash)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

10 robot bantu sterilkan Masjidil Haram
Indonesia
•
09 Jun 2021

WWF usulkan batasi pelayaran di Arktik demi keselamatan paus
Indonesia
•
21 Feb 2022

China kembangkan sistem pemantauan cerdas ‘sky-ground’ untuk hama dan penyakit tanaman
Indonesia
•
22 Oct 2024

Dimethyl ether energi alternatif LPG
Indonesia
•
22 Jul 2020


Berita Terbaru

Ilmuwan peringatkan karhutla bisa rusak permanen permafrost Bumi
Indonesia
•
13 Jun 2026

Makhluk laut ini menyerap karbon seperti hutan Amazon, rahasianya baru terungkap
Indonesia
•
12 Jun 2026

Mengapa es Antarktika mencair lebih cepat? Ilmuwan akhirnya punya jawabannya
Indonesia
•
11 Jun 2026

Feature – Teknologi canggih dukung upaya konservasi panda di China
Indonesia
•
11 Jun 2026
