
Studi baru ilmuwan China singkap evolusi awal mamalia

Gambar yang disediakan oleh Institut Paleontologi Vertebrata dan Paleoantropologi (Institute of Vertebrate Paleontology and Paleoanthropology/IVPP) di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS) ini menunjukkan fosil mamalia dari zaman Jura yang ditemukan di Daerah Otonom Mongolia Dalam, China utara. (Xinhua/IVPP)
Evolusi awal mamalia mencakup dua perubahan morfologi dan fungsional yang penting dalam evolusi dari reptil ke mamalia.
Beijing, China (Xinhua) – Sebuah studi yang dipimpin oleh para ilmuwan China mengenai mamalia zaman Jura berhasil menyingkap evolusi awal mamalia, demikian menurut Institut Paleontologi Vertebrata dan Paleoantropologi (Institute of Vertebrate Paleontology and Paleoanthropology/IVPP) di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS).Ada dua perubahan morfologi dan fungsional yang penting dalam evolusi dari reptil ke mamalia. Pertama, transformasi gigi dari yang sederhana menjadi kompleks untuk meningkatkan kemampuan makan. Kedua, transformasi sendi tengkorak mandibula menjadi kombinasi osikular telinga tengah untuk meningkatkan efektivitas pendengaran.Sebuah tim peneliti internasional yang dipimpin oleh IVPP melakukan studi terhadap fosil mamalia zaman Jura dari Daerah Otonom Mongolia Dalam di China utara dan Provinsi Yunnan di China barat daya, berhasil menyingkap evolusi paling awal dari gigi, telinga tengah, dan sendi rahang pada mamalia.Studi ini memberikan rantai bukti yang lengkap untuk evolusi telinga tengah mamalia, yang menjadi teka-teki bagi dunia, kata Mao Fangyuan dari IVPP.Hasil studi tersebut baru-baru ini dipublikasikan dalam dua makalah di jurnal Nature.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Studi: Konsumsi vitamin D berkepanjangan tingkatkan risiko demensia
Indonesia
•
04 Sep 2022

Teknologi toilet pengompos untuk tingkatkan sanitasi
Indonesia
•
22 Sep 2019

Twitter perbarui kebijakan tentang rasisme
Indonesia
•
03 Dec 2020

Para awak Shenzhou-19 rampungkan aktivitas di luar wahana antariksa perdana
Indonesia
•
19 Dec 2024


Berita Terbaru

19 patogen picu 9,7 juta infeksi dan 50.800 kematian per tahun di AS
Indonesia
•
28 Oct 2026

Amazon di Brasil lepaskan 1,17 miliar ton karbon lebih banyak daripada yang diserap per tahun
Indonesia
•
23 Oct 2026

96 persen terumbu karang dunia terancam kritis akibat pemanasan laut, Great Barrier Reef Australia bisa hancur pada 2075
Indonesia
•
23 Oct 2026

Feature – Menimbang klaim manfaat ‘peach gum’, hidangan penutup dari getah pohon persik
Indonesia
•
22 Oct 2026
