
Eropa kena serangan siber yang mengancam kehidupan sehari-hari, dari penyimpanan plasma darah hingga penerbangan

Petugas kepolisian dan kendaraan polisi terlihat di dekat kantor cabang Bank of America di Paris, Prancis, pada 28 Maret 2026. (Xinhua/Wu Huiwo)
Roma, Italia (Xinhua/Indonesia Window) – Perdana Menteri (PM) Italia Giorgia Meloni pada Jumat (6/11) mengatakan bahwa serangkaian serangan siber yang terjadi di berbagai wilayah Eropa baru-baru ini menjadi hal yang perlu dikhawatirkan, seraya menegaskan bahwa investasi di bidang pertahanan dan keamanan tidak hanya berkaitan dengan persenjataan, tetapi juga diperlukan untuk melindungi kehidupan sehari-hari masyarakat.
Berbicara di Fieracavalli, acara pameran kuda internasional di Verona, Meloni mengatakan bahwa penyelidik sedang menangani kasus-kasus tersebut, sebagaimana dilaporkan surat kabar Italia Corriere della Sera.
Meloni mengatakan masih belum jelas apakah serangan siber terhadap fasilitas penyimpanan plasma darah di Prancis, ancaman bom palsu yang melibatkan pesawat, serta serangan yang menargetkan pasokan pangan saling berkaitan.
Namun, menurutnya, seluruh insiden tersebut menunjukkan adanya satu kekhawatiran yang sama, yakni bahwa infrastruktur sipil, termasuk sektor pangan, rumah sakit, sistem layanan kesehatan, dan sarana transportasi, telah menjadi sasaran serangan.
Sang PM menegaskan bahwa dalam situasi saat ini, belanja pertahanan dan keamanan tidak seharusnya dipandang semata-mata sebagai pengeluaran untuk membeli senjata, melainkan sebagai investasi untuk melindungi kehidupan sehari-hari masyarakat.
Dia menyebut sebuah insiden ketika peretas berupaya mengubah pengaturan suhu lemari pendingin yang digunakan untuk menyimpan darah bagi keperluan transfusi.
Menurutnya, persediaan darah tersebut pada akhirnya tetap aman berkat sistem keamanan yang memerlukan investasi finansial.
Meloni menyebut argumen yang menyatakan bahwa sumber daya yang dialokasikan untuk pertahanan dan keamanan dialihkan dari layanan kesehatan atau rumah sakit sebagai "tidak masuk akal."
Sebelumnya pada Jumat, kantor berita Italia ANSA melaporkan bahwa sebuah penerbangan Wizz Air dari Praha menuju Roma menerima ancaman bom. Pesawat yang dijadwalkan mendarat di Roma tersebut kemudian dialihkan ke Venesia.
Polisi setelah itu menyelesaikan pemeriksaan keamanan dan tidak menemukan bahan peledak apa pun di dalam pesawat.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Demonstrasi digelar di seluruh Ethiopia, tolak campur tangan dan tekanan asing
Indonesia
•
24 Oct 2022

Google didenda berulang kali oleh Rusia atas pelanggaran konten pada 2024
Indonesia
•
22 Feb 2025

Kepala SCO komentari aksi AS tembak jatuh pesawat nirawak China
Indonesia
•
16 Feb 2023

Israel akan mulai perundingan gencatan senjata di Gaza, setujui rencana serangan terhadap Gaza City
Indonesia
•
23 Aug 2025


Berita Terbaru

Krisis Bank Ueno guncang pemerintahan Paraguay, Presiden Santiago Peña dimakzulkan
Indonesia
•
07 Nov 2026

30 tewas dan 8 terluka dalam serangan pasar di Taiz, pemerintah Yaman dan Houthi saling tuding
Indonesia
•
07 Nov 2026

Ancaman bom ganggu sejumlah penerbangan di Eropa, pesawat dialihkan dan dikawal jet tempur
Indonesia
•
06 Nov 2026

Opini – Dari komitmen menuju aksi: Taiwan dan dunia bersinergi menciptakan solusi iklim (1 dari 2 tulisan)
Indonesia
•
05 Nov 2026
