
30 tewas dan 8 terluka dalam serangan pasar di Taiz, pemerintah Yaman dan Houthi saling tuding

Foto hasil tangkapan layar yang bersumber dari Pusat Media Houthi pada 27 September 2026 ini menunjukkan kehancuran akibat dugaan serangan udara Arab Saudi yang menyasar sebuah pasar di Taiz. (Pusat Media Houthi/Xinhua)
Sanaa, Yaman (Xinhua/Indonesia Window) – Sedikitnya 30 orang tewas dan delapan lainnya luka-luka dalam serangan terhadap sebuah pasar yang ramai di Provinsi Taiz, Yaman barat daya, pada Jumat (6/11), demikian dilaporkan saluran televisi al-Masirah yang dikelola Houthi, di tengah saling tuding antara pemerintah Yaman dan kelompok Houthi terkait pihak yang bertanggung jawab.
Saluran televisi itu menyebutkan tiga serangan udara Arab Saudi menghantam pasar Al-Hadarah di Distrik Al-Wazi'iyah, Taiz, pada pagi hari saat pasar sedang dipadati pembeli. Jumlah korban masih bersifat sementara karena tim penyelamat masih terus melakukan pencarian di antara puing-puing, imbuhnya.
Juru bicara militer Houthi Yahya Sarea menuduh pesawat tempur Arab Saudi sebagai pelaku serangan tersebut, seraya memperingatkan bahwa apa yang disebutnya sebagai "pembantaian" itu tidak akan dibiarkan tanpa balasan.
Namun, otoritas setempat di Taiz yang berafiliasi dengan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional menyalahkan Houthi atas serangan tersebut, menurut kantor berita Saba yang dikelola pemerintah Yaman.
Dalam sebuah pernyataan, otoritas membantah adanya serangan udara di Distrik Al-Wazi'iyah pada Jumat, seraya menuding Houthi membahayakan kawasan permukiman melalui serangan rudal tanpa pandang bulu.
Mereka menyerukan penyelidikan teknis independen untuk menentukan pihak yang bertanggung jawab.
Secara terpisah, Sarea mengatakan dalam pernyataan yang diunggah di platform media sosial X bahwa pesawat tempur dan rudal Arab Saudi telah melancarkan 67 serangan di lima provinsi Yaman dalam 24 jam terakhir.
Insiden mematikan ini terjadi di tengah semakin intensifnya pertempuran antara Houthi dan pasukan pemerintah yang didukung koalisi pimpinan Arab Saudi, di samping serangan udara di berbagai penjuru Yaman serta serangan rudal dan drone Houthi di dalam wilayah Arab Saudi.
Yaman dilanda konflik sejak akhir 2014, ketika kelompok Houthi merebut ibu kota Sanaa, sehingga mendorong koalisi pimpinan Arab Saudi untuk melakukan intervensi pada 2015 guna mendukung pemerintah Yaman.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

China tolak tegas pengajuan Vietnam atas landas kontinen di Laut China Selatan
Indonesia
•
20 Jul 2024

COVID-19 – Arab Saudi setujui vaksin Oxford-AstraZeneca
Indonesia
•
19 Feb 2021

Israel klaim tewaskan dua anggota senior Hamas, Gaza laporkan 14 orang tewas
Indonesia
•
11 Jan 2026

Elon Musk pecat eksekutif Twitter untuk hindari pembayaran dan rencana PHK
Indonesia
•
30 Oct 2022


Berita Terbaru

Eropa kena serangan siber yang mengancam kehidupan sehari-hari, dari penyimpanan plasma darah hingga penerbangan
Indonesia
•
07 Nov 2026

Krisis Bank Ueno guncang pemerintahan Paraguay, Presiden Santiago Peña dimakzulkan
Indonesia
•
07 Nov 2026

Ancaman bom ganggu sejumlah penerbangan di Eropa, pesawat dialihkan dan dikawal jet tempur
Indonesia
•
06 Nov 2026

Opini – Dari komitmen menuju aksi: Taiwan dan dunia bersinergi menciptakan solusi iklim (1 dari 2 tulisan)
Indonesia
•
05 Nov 2026
