Destatis: Tenaga bayu kembali jadi sumber listrik terpenting Jerman

Sejumlah turbin angin terlihat di Brandenburg, Jerman, pada 15 September 2022. (Xinhua/Ren Pengfei)
Energi bayu darat memainkan peran kunci dalam mewujudkan tujuan Jerman mencapai persentase terbarukan 80 persen dalam pasokan listrik pada 2030, lima tahun lebih cepat dari target Uni Eropa (UE).
Berlin, Jerman (Xinhua) – Energi bayu kembali menggantikan batu bara sebagai sumber listrik terpenting di Jerman, menurut data awal yang dipublikasikan oleh Kantor Statistik Federal Jerman (Destatis) pada Rabu (7/6).Terlepas dari penurunan tipis dalam produksi listrik jika dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun lalu, tenaga bayu mencapai persentase 32,2 persen di ekonomi terbesar Eropa tersebut pada kuartal pertama 2023."Target ekspansi yang jelas, prioritas energi terbarukan yang jelas akan mempercepat tren yang sudah terlihat dalam empat tahun terakhir," ujar Wolfram Axthelm, direktur pelaksana Asosiasi Energi Bayu Jerman (BWE), kepada Xinhua, pada Rabu.
Sejumlah turbin angin terlihat di Brandenburg, Jerman, pada 15 September 2022. (Xinhua/Ren Pengfei)
Sejumlah turbin angin terlihat di Brandenburg, Jerman, pada 15 September 2022. (Xinhua/Ren Pengfei)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Menguatkan kehadiran kopi spesialti Indonesia di Nordik
Indonesia
•
19 Oct 2020

Hasil survei lembaga riset sebut prospek ekspor Jerman memburuk di tengah kekhawatiran tarif AS
Indonesia
•
28 Jun 2025

Uang beredar tumbuh 13,3 persen jadi 7.810,9 triliun rupiah di Maret
Indonesia
•
22 Apr 2022

Jalan tol baru Beijing-Kawasan Baru Xiong'an dibuka
Indonesia
•
02 Jan 2023
Berita Terbaru

Kunjungan turis China ke Indonesia capai 1,34 juta, naik 12 persen pada 2025
Indonesia
•
03 Feb 2026

Nilai perdagangan Indonesia-China naik 13 persen pada 2025
Indonesia
•
03 Feb 2026

OPEC+ tahan lagi produksi minyak dunia hingga Maret 2026, pasar global masih ditinjau
Indonesia
•
02 Feb 2026

Feature – NEV, produk elektronik, hingga aksesori kecil, produk Guangdong tarik perhatian di Indonesia
Indonesia
•
01 Feb 2026
