Banner

Xi Jinping dan Macron gelar pertemuan informal di China

Presiden China Xi Jinping dan Presiden Prancis Emmanuel Macron berjalan-jalan di Pine Garden, berbincang dan sesekali berhenti untuk menikmati pemandangan unik taman khas China selatan itu yang terletak di Guangzhou, Provinsi Guangdong, China selatan, pada 7 April 2023. Xi menggelar pertemuan informal dengan Macron pada Jumat (7/4) di Guangzhou, ibu kota Provinsi Guangdong, China selatan. (Xinhua/Huang Jingwen)

Emmanuel Macron mengatakan Prancis siap bekerja dengan China untuk saling menghormati kepentingan inti satu sama lain seperti kedaulatan dan integritas teritorial, membuka pasar mereka bagi satu sama lain, dan memperkuat kerja sama teknologi dan industri, serta kerja sama dalam kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), untuk saling membantu mencapai pembangunan dan kemakmuran.

 

Guangzhou, China (Xinhua) – Presiden China Xi Jinping mengadakan pertemuan informal dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Guangzhou, ibu kota Provinsi Guangdong, China selatan, pada Jumat (7/4).

Xi menyambut hangat kunjungan Macron ke Guangzhou, mengungkapkan kegembiraan besar untuk bertemu dengannya lagi. Kedua pemimpin berjalan melalui Taman Pinus dekat Gunung Baiyun, berbincang dan sesekali berhenti untuk menikmati pemandangan unik taman di China selatan itu. Mereka menikmati minum teh di tepi kolam, menikmati pemandangan serta mendiskusikan masa lalu dan masa kini. Xi dan Macron mendengarkan melodi Guqin yang melantunkan lagu ‘High Mountain and Flowing Water’ di Aula Baiyun. Xi kemudian mengundang Macron untuk makan malam.

Xi mengatakan bahwa untuk memahami China saat ini, seseorang harus mulai dengan memahami sejarahnya. Guangzhou adalah tempat lahirnya revolusi demokratik China serta garda depan reformasi dan keterbukaan China. Guangzhou saat ini aktif mempromosikan pengembangan Kawasan Teluk Besar (Greater Bay Area) Guangdong-Hong Kong-Makau, terus memainkan perannya sebagai lokomotif bagi pembangunan berkualitas tinggi.

Menjelaskan tentang sejumlah karakteristik penting dan elemen inti dari modernisasi China kepada Macron, Xi mengatakan bahwa China sedang memajukan modernisasi China secara menyeluruh. Ini adalah teori dan praktik modernisasi sosialis dengan karakteristik China, yang secara bertahap muncul melalui reformasi berulang, keterbukaan, dan pengembangan inovatif. Ini sesuai dengan hukum umum modernisasi dan memiliki karakteristik yang khas.

“Kami memiliki keyakinan penuh pada pembangunan masa depan China. Kami menyambut Prancis untuk terus berpartisipasi aktif dalam Pameran Impor dan Ekspor China, Pameran Impor Internasional China, dan Pameran Perdagangan Jasa Internasional China (China International Fair for Trade in Services) untuk semakin memperluas pasar China,” kata Xi kepada Macron.

Macron mengatakan persahabatan sejati berarti rasa saling pengertian dan saling menghormati. Prancis menghargai dukungan konsisten China agar Prancis dan Eropa mandiri dan bersatu, dan siap bekerja dengan China untuk saling menghormati kepentingan inti satu sama lain seperti kedaulatan dan integritas teritorial, membuka pasar mereka bagi satu sama lain, dan memperkuat kerja sama teknologi dan industri, serta kerja sama dalam kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), untuk saling membantu mencapai pembangunan dan kemakmuran.

Mengenai krisis Ukraina, Xi mencatat bahwa penyebabnya kompleks dan krisis yang berkepanjangan tidak membantu kepentingan siapa pun. Dia mengatakan gencatan senjata sesegera mungkin akan membantu kepentingan semua pihak yang terkait, dan penyelesaian politik adalah satu-satunya solusi yang tepat.

China tidak akan pernah menangani isu Ukraina berdasarkan kepentingan yang egois, tetapi selalu membela kejujuran dan keadilan. Semua pihak terkait harus mengemban tanggung jawab mereka dan melakukan upaya bersama untuk menciptakan kondisi bagi penyelesaian politik, kata Xi.

China menyambut baik proposal konkret Prancis untuk solusi politik terhadap krisis tersebut, dan siap untuk mendukungnya dan memainkan peran yang konstruktif, imbuh Xi.

Emmanuel Macron mengatakan Prancis juga percaya bahwa penyelesaian politik krisis Ukraina perlu mempertimbangkan kekhawatiran yang sah dari semua pihak. Prancis sangat mementingkan pengaruh internasional China dan bersedia bekerja sama dengan China guna memfasilitasi penyelesaian politik sesegera mungkin untuk krisis tersebut.

Xi mengatakan dialog mendalam dan berkualitas tinggi yang dia lakukan dengan Macron di Beijing dan Guangzhou selama dua hari telah meningkatkan rasa saling pengertian dan rasa saling percaya, serta menetapkan arah untuk kerja sama di tingkat bilateral dan internasional antara kedua belah pihak di masa mendatang.

Xi mengatakan dia senang bahwa mereka memiliki pandangan yang sama atau serupa tentang hubungan China-Prancis, hubungan China-Uni Eropa, serta sejumlah masalah internasional dan regional, yang menunjukkan sifat tingkat tinggi dan strategis dari hubungan China-Prancis. Xi mengatakan dia ingin mempertahankan komunikasi strategis yang erat dengan Macron dan meningkatkan kemitraan strategis komprehensif bilateral ke tingkat baru.

Macron berterima kasih kepada Xi atas keramahan dan pengaturan yang detail saat menyambutnya, dan mengatakan bahwa selain pertukaran yang bersahabat dan mendalam antara kedua pemimpin, dia dapat menghargai sejarah panjang dan budaya China yang mengagumkan, serta memiliki pemahaman yang lebih baik tentang konsep tata kelola pemerintahan China modern.

Macron mengatakan kunjungan itu berhasil dan bermanfaat, yang akan mendorong hubungan bilateral menuju pengembangan yang lebih besar. Macron mengatakan dia bersedia mempertahankan komunikasi strategis yang erat dengan Xi dan menyambut baik kunjungan presiden China itu ke Prancis tahun depan.

Laporan: Redaksi

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Banner

Iklan