Indonesia proyeksikan ekspor biodiesel ke UE tumbuh stabil usai putusan WTO

Foto dari udara yang diabadikan menggunakan 'drone' ini menunjukkan pemandangan perkebunan kelapa sawit di Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada 13 Januari 2025. (Xinhua/Veri Sanovri)
Ekspor biodiesel Indonesia mengalami fluktuasi dalam satu dekade terakhir, dengan penurunan tercatat pada 2020-2021 setelah pemberlakuan CVD pada 2019. Penurunan ini juga dipengaruhi oleh pandemik COVID-19 dan merosotnya ekspor biodiesel global.
Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia (RI) memproyeksikan tingkat pertumbuhan ekspor biodiesel tahunan ke Uni Eropa (UE) akan tetap berada pada tingkat 6,7 persen, menyusul kemenangan Indonesia dalam sengketa panel Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO) terkait bea masuk imbalan (countervailing duties/CVD)."Kami tentu berharap proyeksi ekspor biodiesel kita tetap tumbuh di angka 6,7 persen," ujar Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag RI Djatmiko Bris Witjaksono, dalam konferensi pers di Jakarta pada Kamis (28/8).Menurut Kemendag, ekspor biodiesel Indonesia mengalami fluktuasi dalam satu dekade terakhir, dengan penurunan tercatat pada 2020-2021 setelah pemberlakuan CVD pada 2019. Penurunan ini juga dipengaruhi oleh pandemik COVID-19 dan merosotnya ekspor biodiesel global.Meski demikian, pada periode CVD dari 2020 hingga 2024, ekspor biodiesel Indonesia ke UE tetap tumbuh sebesar 6,7 persen, dengan nilai rata-rata tahunan mencapai 319,7 juta dolar AS.*1 dolar AS = 16.356 rupiahDjatmiko menekankan Indonesia juga harus menyeimbangkan ekspor dengan kebutuhan dalam negeri, sesuai dengan target transisi energi nasional. Konsumsi biodiesel nasional diperkirakan mencapai 15,6 juta kiloliter pada 2045, yang dapat memengaruhi volume ekspor di masa depan."Kalau kita lihat angka 6,7 persen tersebut, itu bisa tetap dipertahankan atau bahkan tumbuh," katanya.Dia juga mengonfirmasi bahwa UE, melalui Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-UE (IEU-CEPA), telah berkomitmen membuka akses pasar yang lebih luas, terutama untuk produk minyak sawit dan turunannya."Akses pasar menjadi komitmen dari IEU-CEPA, yang mengakui bahwa minyak sawit dan turunannya dari Indonesia merupakan produk terbarukan dan berkelanjutan," tambahnya.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

OPEC: UE tak mungkin ganti kehilangan pasokan minyak Rusia
Indonesia
•
12 Apr 2022

Indonesia butuh 36 miliar dolar AS untuk investasi energi terbarukan
Indonesia
•
05 Dec 2019

Kembangkan sektor pariwisata, Taiwan fokus pada pasar wisatawan Muslim Indonesia
Indonesia
•
12 Jul 2025

Produsen tisu terkemuka akan naikkan harga 8 persen
Indonesia
•
25 Dec 2021
Berita Terbaru

BMW tarik ratusan ribu unit kendaraan terkait risiko kebakaran akibat ‘starter’
Indonesia
•
13 Feb 2026

Manggis asal Bali siap tambahkan aroma tropis di meja makan masyarakat China saat tahun baru Imlek
Indonesia
•
14 Feb 2026

DFSK sebut Indonesia jadi fondasi penting untuk produksi kendaraan di Asia Tenggara
Indonesia
•
13 Feb 2026

Feature – Terbukti andal, mobil listrik China kian diminati generasi muda Indonesia
Indonesia
•
09 Feb 2026
