Ekonomi Jerman terancam jatuh makin dalam ke jurang resesi

Sejumlah kendaraan melintas di sebuah jembatan di Berlin, Jerman, pada 15 Januari 2024. (Xinhua/Ren Pengfei)

Risiko bisnis untuk perusahaan “tetap berada di level yang tinggi,” dengan lebih dari separuh perusahaan Jerman mengkhawatirkan soal harga-harga energi dan bahan mentah, kekurangan jumlah tenaga kerja terampil, permintaan domestik, dan ongkos tenaga kerja.

 

Berlin, Jerman (Xinhua) – Kamar Dagang dan Industri Jerman (DIHK) pada Kamis (15/2) memperkirakan penurunan output ekonomi sebesar 0,5 persen untuk tahun 2024, yang mengindikasikan ekonomi negara itu terancam jatuh semakin dalam ke jurang resesi.

Tahun lalu, Produk Domestik Bruto (PDB) Jerman turun 0,3 persen. Sejak krisis struktural di awal tahun 2000-an, ini menjadi kali kedua dalam sejarah pascaperang output ekonomi Jerman turun dalam dua tahun berturut-turut, kata DIHK.

“Ini menjadi sinyal peringatan yang jelas bahwa Jerman dan Eropa harus segera menanggapi secara serius permasalahan ini,” kata Direktur Pelaksana DIHK Martin Wansleben. “Masalah-masalah struktural terus membebani perekonomian,” imbuhnya.

Risiko bisnis untuk perusahaan “tetap berada di level yang tinggi,” kata DIHK. Lebih dari separuh perusahaan Jerman mengkhawatirkan soal harga-harga energi dan bahan mentah, kekurangan jumlah tenaga kerja terampil, permintaan domestik, dan ongkos tenaga kerja, menurut sebuah survei yang dilakukan terhadap lebih dari 27.000 perusahaan di berbagai sektor.

Risiko bisnis untuk perusahaan
Seorang kurir pengantar paket melintasi sebuah jalan di pusat kota Berlin, Jerman, pada 15 Januari 2024. (Xinhua/Ren Pengfei)

“Sangat mengkhawatirkan bahwa hampir tiga dari lima perusahaan sekarang menilai kondisi kerangka kebijakan ekonomi sebagai risiko bisnis,” kata Wansleben.

Dana Moneter Internasional (IMF) menurunkan proyeksi untuk perekonomian terbesar di Eropa ini pada akhir Januari lalu, dan memperkirakan pertumbuhan tipis sebesar 0,5 persen. Meski demikian, hal ini masih menempatkan Jerman di antara negara-negara industri dengan kinerja terburuk.

“Jerman sedang tertinggal karena tidak ada pertumbuhan. Lokasi ini tidak lagi kompetitif,” kata Menteri Keuangan Jerman Christian Lindner kepada surat kabar Handelsblatt pada awal Februari.

Pemerintah Jerman akan mempresentasikan sejumlah proposal untuk agenda pertumbuhan bulan ini. Pada pertengahan tahun nanti, sekelompok ahli juga akan memublikasikan sejumlah proposal untuk reformasi pajak perusahaan, ungkap Lindner.

Laporan: Redaksi

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan