Jepang turunkan pandangan ekonomi pada Februari karena lemahnya konsumsi

Foto yang diabadikan pada 15 November 2023 ini menunjukkan orang-orang berjalan melewati jalur penyeberangan di Tokyo, Jepang. (Xinhua/Zhang Xiaoyu)

Ekonomi Jepang tergelincir ke dalam resesi pada kuartal keempat karena melemahnya permintaan domestik, sehingga kehilangan statusnya sebagai negara dengan ekonomi terbesar ketiga di dunia, yang kini digantikan oleh Jerman. 

 

Tokyo, Jepang (Xinhua) – Pemerintah Jepang pada Rabu (21/2) menurunkan pandangannya terhadap ekonomi negara tersebut pada Februari untuk pertama kalinya dalam tiga bulan, seiring dengan semakin berhati-hatinya negara itu terhadap kekuatan konsumsi dan produksi swasta.

“Ekonomi Jepang pulih pada kecepatan yang moderat, meskipun belakangan ini tampaknya mengalami jeda,” kata laporan tersebut, yang menghilangkan frasa “sebagian” setelah kata jeda dalam laporan sebelumnya, menurut laporan ekonomi bulanan yang dirilis oleh Kantor Kabinet Jepang.

Di antara komponen-komponen kunci ekonomi Jepang, pemerintah memangkas penilaian konsumsi swasta untuk pertama kalinya dalam dua tahun, dengan menyatakan bahwa peningkatan konsumsi swasta baru-baru ini, yang menyumbang lebih dari setengah produk domestik bruto (PDB), “tampaknya mengalami jeda.”

Laporan ekonomi yang dikeluarkan pada Rabu tersebut juga mengambil sikap kehati-hatian dalam hal produksi setelah serangkaian skandal uji keselamatan yang melibatkan perusahaan-perusahaan grup Toyota Motor Corp., Daihatsu Motor Co., dan Toyota Industries Corp. Laporan itu mengatakan bahwa meski output industri diperkirakan meningkat, “aktivitas produksi turun baru-baru ini.”

Penilaian yang tidak menyenangkan tersebut dikeluarkan setelah data pekan lalu menunjukkan bahwa ekonomi Jepang secara tak terduga tergelincir ke dalam resesi pada kuartal keempat karena melemahnya permintaan domestik, sehingga kehilangan statusnya sebagai negara dengan ekonomi terbesar ketiga di dunia, yang kini digantikan oleh Jerman.

Laporan: Redaksi

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan