
Ekonomi Asia diproyeksikan tumbuh 4,5 persen pada 2026

Foto dari udara yang diabadikan menggunakan drone pada 20 Maret 2026 ini menunjukkan pemandangan Pusat Konferensi Internasional (International Conference Center) Forum Boao untuk Asia (Boao Forum for Asia/BFA) di Boao, Kota Qionghai, Provinsi Hainan, China selatan. (Xinhua/Yang Guanyu)
Asia tetap menjadi mesin pertumbuhan utama dunia, dengan perekonomiannya diperkirakan akan tumbuh sebesar 4,5 persen pada 2026.
Boao, China (Xinhua/Indonesia Window) – Asia tetap menjadi mesin pertumbuhan utama dunia, dengan perekonomiannya diperkirakan akan tumbuh sebesar 4,5 persen pada 2026, demikian menurut sebuah laporan yang dirilis oleh Forum Boao untuk Asia (Boao Forum for Asia/BFA) pada Selasa (24/3).
Pangsa Asia dalam produk domestik bruto (PDB) global diproyeksikan akan terus meningkat, naik dari 49,2 persen pada 2025 menjadi 49,7 persen pada 2026 berdasarkan paritas daya beli, menurut laporan berjudul ‘Laporan Tahunan Prospek Ekonomi dan Progres Integrasi Asia 2026’ (Asian Economic Outlook and Integration Progress Annual Report 2026).
Fondasi integrasi perdagangan Asia terus menguat, ungkap laporan tersebut, mengutip data bahwa ketergantungan perdagangan intra-regional naik tipis dari 56,3 persen pada 2023 menjadi 57,2 persen pada 2024, seiring ekonomi-ekonomi utama di kawasan itu semakin memperkuat hubungan perdagangan mereka satu sama lain.
"China dan ASEAN terus menonjol sebagai dua "penopang stabilitas" kawasan ini," kata laporan tersebut.
Ekonomi-ekonomi Asia-Pasifik semakin beralih dari integrasi individu ke dalam rantai nilai global menuju model integrasi regional bersama, dengan banyak di antaranya naik ke jenjang rantai nilai yang lebih tinggi berkat dukungan dari dalam kawasan tersebut, lanjut laporan itu.
Kawasan ini juga terus menjadi destinasi utama di dunia bagi investasi langsung asing (foreign direct investment/FDI), yang diakui karena ketahanannya, potensi pertumbuhannya, dan daya tarik jangka panjang bagi para investor global, dengan China dan ASEAN memimpin sebagai destinasi paling menarik, papar laporan tersebut.
Di bidang teknologi, laporan tersebut menyebutkan bahwa pusat pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) global secara bertahap bergeser dari Eropa dan Amerika Serikat (AS) menuju Asia.
"Dengan memanfaatkan populasi digital yang besar, ekosistem aplikasi yang beragam, dan kerangka kebijakan yang koheren, ekonomi-ekonomi Asia berkembang pesat dari sekadar pengikut AI menjadi pelopor," sebut laporan itu.
Didirikan pada 2001, BFA adalah organisasi internasional nonpemerintah dan nirlaba yang berkomitmen untuk mendorong integrasi ekonomi regional dan mendekatkan negara-negara Asia pada tujuan pembangunan mereka.
Berlangsung dari 24 hingga 27 Maret, konferensi tahun ini mengusung tema bertajuk ‘Membentuk Masa Depan Bersama: Dinamika Baru, Peluang Baru, Kerja Sama Baru’ (Shaping a Shared Future: New Dynamics, New Opportunities, New Cooperation).
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Kunjungan wisman pada Januari-November 2024 meningkat 20 persen
Indonesia
•
07 Jan 2025

Mayoritas wisatawan bepergian ke Laos utara menggunakan Jalur Kereta China-Laos
Indonesia
•
23 Nov 2022

Utang luar negeri Indonesia pada triwulan III 2022 menurun
Indonesia
•
15 Nov 2022

Konektivitas pembayaran digital Indonesia-China akan dongkrak pariwisata domestik
Indonesia
•
17 Sep 2025


Berita Terbaru

Fokus Berita – Dari Piraeus hingga Jakarta-Bandung, kisah visi Xi Jinping tentang pembangunan bersama
Indonesia
•
11 Aug 2026

Turkiye makin diminati wisatawan China, 245.000 berkunjung dalam enam bulan
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari lengan robot hingga AI, begini teknologi China yang mulai membidik Indonesia
Indonesia
•
10 Aug 2026

Jepang dihantam gelombang kebangkrutan, 1.028 perusahaan gulung tikar dalam sebulan
Indonesia
•
10 Aug 2026
