Duta Besar Sudan fokus pada usaha tingkatkan kerja sama ekonomi dengan RI

Duta Besar Sudan untuk Republik Indonesia DR Yassir Mohamed Ali Mohamed dalam pertemuan di ruang kerjanya dengan pemimpin Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI) di Jakarta, Jumat (17/3/2023). (PJMI)

Duta Besar Sudan mengatakan pers dapat memainkan peran penting juga positif dalam meningkatkan pemahaman dan memperdalam persahabatan serta meningkatkan hubungan antara negara-negara Muslim.

 

Jakarta (Indonesia Window) – Duta Besar Sudan untuk Republik Indonesia DR Yassir Mohamed Ali Mohamed, menyatakan ia ingin memberikan perhatian khusus pada peningkatan kerja sama ekonomi negaranya dengan Indonesia.

Dalam pertemuan di ruang kerjanya dengan pimpinan Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI) di Jakarta, Jumat, Duta Besar Sudan  mengatakan Indonesia merupakan negara besar dan tahun lalu menjadi Ketua G-20 dan saat ini memegang keketuaan ASEAN.

“Dengan peran penting dan strategis Indonesia, Sudan ingin meningkatkan kerjasama di bidang ekonomi khususnya,” kata Duta Besar Yassir yang telah bertugas di Indonesia selama dua bulan.

Dia mengakui Amerika Serikat masih memberlakukan embargo terhadap negaranya dan sedang mengalami transisi dari pemerintahan sebelumnya.

Sudan yang bertetangga dengan sejumlah negara dapat menjadi pusat bagi produk-produk buatan Indonesia untuk dipasarkan ke negara-negara lain, ungkapnya seraya menambahkan, pelabuhan Sudan di Laut Merah memiliki fasilitas yang dapat mendukung perdagangan.

“Kami juga ingin mengekspor daging ke Indonesia sebagai mana kami lakukan ke negara-negara lain,” ujarnya.

Pada bagian lain Duta Besar Sudan mengatakan pers dapat memainkan peran penting juga positif dalam meningkatkan pemahaman dan memperdalam persahabatan serta meningkatkan hubungan antara negara-negara Muslim.

Dia juga mengapresiasi kehadiran PJMI dan terkesan dengan penerapan jurnalisme profetik atau kenabian dalam menjalankan profesi jurnalis dengan meneladani sikap Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassallam yang siddiq, amanah, tablig, dan fatanah dalam berdakwah.

Menurut dia, kehadiran PJMI sebagai satu komunitas atau wadah para jurnalis Muslim diharapkan menunjukkan profesionalisme dalam menjalankan tugasnya.

“Insan media memiliki peran yang sangat besar dalam sebuah masyarakat dalam kaitannya sebagai alat pembentuk opini di masyarakat, tidak terkecuali terkait hubungan media dengan diplomasi suatu negara,” ujar Duta Besar Yassir.

Pimpinan Pusat PJMI yang hadir dalam pertemuan dengan Dubes Sudan yakni Ketua Umum PJMI Ismail Lutan didampingi Dewan Pakar Muhammad Anthoni dan Wakil Sekjen Rana Setiawan.

Dalam pertemuan tersebut, selain untuk mempererat silaturahim juga dibahas penjajakan kerjasama pelaksanaan program kolaborasi yang dapat dilakukan antara PJMI dan Kedutaan Sudan, di antaranya agenda Ramadan Dialogue Series (RDS) PJMI.

Dalam kesempatan itu Ismail Lutan mengatakan RDS pernah beberapa kali diadakan dengan tuan rumah sejumlah duta besar.

Kegiatan ini bertujuan guna memberikan wawasan serta gagasan mengenai kondisi negara tersebut dan perkembangan hubungan kerja sama dengan Indonesia, baik di bidang ekonomi, pendidikan, politik, sejarah kepada para wartawan, akademisi, pengusaha dan mahasiswa yang menjadi peserta RDS.

“Sehingga kegiatan ini bisa membuka semakin luas wawasan tentang suatu negara yang menjadi host Ramadhan Dialogue Series ini,” kata Ismail.

“Selain Kedutaan Sudan, kami juga sedang menjajaki pelaksanaan Dialog Ramadhan Series ini bersama kedutaan Pakistan, Maroko, dan Amerika Serikat,” jelas Ismail.

Dialog Ramadhan yang dirangkai dengan buka puasa bersama dan sholat Maghrib berjamaah ini juga akan membahas banyak hal, mulai dari persoalan dunia Islam, politik, sejarah, budaya, sampai tantangan dunia Islam.

Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI) berdiri sejak 2011 lalu, selain mewadahi jurnalis juga para penulis, pegiat media sosial dan blogger.

PJMI telah banyak berkontribusi bagi perkembangan dunia pers di Tanah Air. Memasuki era jurnalisme digital yang ditandai dengan berkembang pesatnya media sosial (medsos), PJMI terus meningkatkan profesionalitas dengan tetap berpegang teguh kepada kebenaran, keadilan dan kejujuran.

Hingga saat ini, PJMI sudah terbentuk di Jabodetabek (DKI Jakarta), Pekanbaru (Riau), Manado (Sulut), Surabaya (Jatim), Bandung (Jabar), dan Cilegon (Banten).

Lebih dari 70 media online, TV dan saluran media lainnya tergabung dalam organisasi PJMI. (R)

Laporan: Redaksi

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan