
Dubes UEA pastikan WNI di negaranya aman di tengah ketegangan Timur Tengah

Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia, Abdulla Salem Al Dhaheri, memaparkan perkembangan terbaru situasi di Timur Tengah, dalam pertemuan dengan para wartawan di Jakarta, Selasa (8/4/2026). (Indonesia Window/Ronald Rangkayo)
WNI yang tinggal di Uni Emirat Arab berada dalam kondisi aman meski ketegangan di kawasan Timur Tengah terus meningkat.
Jakarta (Indonesia Window) – Duta Besar UEA untuk Indonesia, Abdulla Salem Al Dhaheri, menegaskan bahwa puluhan ribu warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Uni Emirat Arab (UEA) berada dalam kondisi aman meski ketegangan di kawasan Timur Tengah terus meningkat.
Sekitar 85.000 WNI disebut tetap dapat menjalankan aktivitasnya secara normal di tengah situasi geopolitik yang memanas, jelas Dubes UEA dalam pertemuan dengan para wartawan di Jakarta, Selasa
Menurutnya, stabilitas domestik UEA masih terjaga dengan baik, termasuk sektor keuangan yang dinilai kuat dan resilien. Hal ini menjadi jaminan bahwa warga asing, termasuk WNI, tetap terlindungi di tengah dinamika kawasan yang masih tidak menentu.
Di sisi lain, ketegangan yang terjadi di kawasan Selat Hormuz memunculkan kekhawatiran global, termasuk bagi Indonesia. Jalur tersebut merupakan salah satu urat nadi energi dunia, dengan sekitar 20 persen pasokan minyak global dan 20 persen perdagangan gas alam cair (LNG) melintasinya. Bahkan, sebagian besar ekspor energi dari kawasan itu—sekitar 80 hingga 90 persen—ditujukan ke pasar Asia.
Gangguan terhadap jalur strategis ini berpotensi memicu lonjakan harga energi dan biaya logistik secara global. Dampaknya dapat merambat hingga ke dalam negeri, terutama dalam bentuk tekanan terhadap harga bahan bakar dan inflasi.
Meski demikian, UEA tetap menunjukkan optimisme terhadap hubungan ekonomi dengan Indonesia. Nilai kerja sama bilateral diperkirakan dapat melampaui 10 miliar dolar AS, bahkan berpotensi mencapai 36 miliar dolar AS di masa mendatang, seiring dengan penguatan kemitraan strategis kedua negara.
*1 dolar AS = 17.009 rupiah
Dalam merespons situasi kawasan, lanjut Dubes Salem Al Dhaheri, UEA bersama negara-negara Teluk dan Yordania memilih untuk menahan diri dan mengedepankan jalur diplomasi guna mencegah eskalasi konflik yang lebih luas.
Dukungan komunitas internasional juga dinilainya penting untuk menjaga stabilitas, termasuk dari Indonesia dan organisasi masyarakat seperti Nahdlatul Ulama (NU) yang memiliki pengaruh besar dalam mendorong dialog damai.
UEA menekankan bahwa di tengah meningkatnya ketegangan global, pendekatan yang objektif, diplomasi yang konsisten, serta peran aktif masyarakat sipil menjadi kunci utama dalam menjaga peluang perdamaian tetap terbuka.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Presiden Jokowi bertemu Elon Musk, bahas potensi pengembangan investasi di Indonesia
Indonesia
•
20 May 2024

Feature – Metode manual brew v60 Tetsu Kasuya merupakan metode 4:6 dari barista Jepang
Indonesia
•
16 Oct 2023

Indonesia bidik perluasan KCJB untuk tingkatkan konektivitas Jawa
Indonesia
•
01 Aug 2025

Konstruksi ‘ballastless track slab’ untuk proyek KCJB telah rampung
Indonesia
•
16 Feb 2023


Berita Terbaru

Indonesia-China jembatani kampus dan industri, talenta muda jadi fokus kerja sama
Indonesia
•
11 Sep 2026

Anwar Ibrahim buka suara soal perusahaan Malaysia yang diduga terlibat pembakaran lahan di Indonesia
Indonesia
•
09 Sep 2026

Fokus Berita - Perkuat tata kelola investasi, Pemerintah integrasikan perizinan TKA
Indonesia
•
10 Sep 2026

Indonesia dukung Inggris larang impor dari permukiman Israel di wilayah Palestina
Indonesia
•
10 Sep 2026
