
DPR Jepang resmi dibubarkan jelang pemilu 8 Februari

Fukushiro Nukaga (pertama dari kanan), ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Jepang, berbicara dalam sidang pleno majelis rendah di Tokyo, Jepang, pada 23 Januari 2026. (Xinhua/Jia Haocheng)
Dewan Perwakilan Rakyat Jepang resmi dibubarkan di awal masa sidang parlemen reguler, dengan pemilihan umum dijadwalkan pada 8 Februari 2026.
Tokyo, Jepang (Xinhua/Indonesia Window) – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Jepang resmi dibubarkan pada Jumat (23/1) di awal masa sidang parlemen reguler, dengan pemilihan umum (pemilu) dijadwalkan pada 8 Februari.
Kampanye resmi akan dimulai pada Selasa (27/1) pekan depan, yang berarti masa kampanye hanya berlangsung 16 hari, terpendek dalam sejarah Jepang pascaperang.
Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi pada Senin (19/1) mengumumkan keputusannya untuk membubarkan majelis rendah yang memiliki 465 kursi itu guna menggelar pemilu lebih awal (snap election), dengan tujuan memanfaatkan tingginya tingkat persetujuan publik terhadap kabinetnya saat ini.
Dengan sisa waktu lebih dari dua tahun di majelis rendah saat ini, Takaichi menjustifikasi keputusannya untuk mengadakan pemilu lebih awal dengan alasan bahwa dia belum menerima dukungan publik untuk kepemimpinannya sebagai PM yang dimulai pada Oktober serta koalisi pemerintahan baru antara Partai Demokrat Liberal dan Partai Inovasi Jepang yang dibentuk pada bulan yang sama.
Keputusan Takaichi menuai kritik karena dinilai memberi waktu yang sangat terbatas bagi para pemilih untuk menilai usulan kebijakan yang disajikan. Partai-partai oposisi juga mengecam rencana sang PM, dengan menyatakan bahwa Takaichi lebih mengutamakan pertimbangan politik dibanding pengesahan anggaran awal parlemen untuk tahun fiskal 2026 yang dimulai pada April, terlepas dari janjinya untuk memprioritaskan implementasi kebijakan.
Ini akan menjadi pemilu pertama bagi Takaichi sebagai PM. Koalisi pemerintahannya saat ini hanya memegang mayoritas tipis di DPR yang berpengaruh, serta masih berstatus minoritas di Dewan Penasihat.
Sementara itu, Aliansi Reformasi Sentris yang secara resmi diluncurkan pada Kamis (22/1), menjadi partai oposisi utama Jepang dengan 165 anggota parlemen di majelis rendah. Aliansi baru antara Partai Demokrat Konstitusional Jepang dan Partai Komeito tersebut bertekad untuk mengalahkan blok penguasa konservatif dalam kontestasi mendatang.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Putin dukung sikap Trump soal penyelesaian konflik Ukraina, tapi masih ada "isu belum terselesaikan"
Indonesia
•
16 Mar 2025

Di tengah kritik, Filipina dan AS mulai latihan militer gabungan terbesar
Indonesia
•
23 Apr 2024

Para pemimpin Eropa serukan gencatan senjata dan solusi dua negara dalam konflik Gaza
Indonesia
•
11 Oct 2024

Militer Israel konfirmasi tewaskan komandan senior Hamas di Gaza
Indonesia
•
21 Jun 2024


Berita Terbaru

Laporan NYT sebut Iran sebar ranjau di Selat Hormuz, Teheran bantah
Indonesia
•
13 Mar 2026

Kanada akan bangun angkatan bersenjata di Arktik
Indonesia
•
13 Mar 2026

Lebanon sebut korban tewas akibat serangan Israel capai 773 jiwa sejak 2 Maret, termasuk 103 anak-anak
Indonesia
•
14 Mar 2026

Korban tewas akibat serangan Israel di Lebanon naik jadi 634 jiwa, pengungsi capai 816.000 orang
Indonesia
•
12 Mar 2026
