Diplomat: Kota Nagorno bagian dari Azerbaijan

Diplomat: Kota Nagorno bagian dari Azerbaijan
Duta Besar Indonesia untuk Azerbaijan tahun 2016-2020, Prof. Dr. Husnan Bey Fananie, dalam Diskusi Informasi Konflik Azerbaijan dan Armenia di Rumah Budaya Fananie Center di Jakarta, Senin. (Indonesia Window)

Jakarta (Indonesia Window) – Duta Besar Indonesia untuk Azerbaijan tahun 2016-2020, Prof. Dr. Husnan Bey Fananie mendukung sepenuhnya agar Nagorno-Karabakh menjadi bagian dari Azerbaijan.

“Sampai hari ini, Nagorno-Karabakh adalah bagian dari Azerbaijan dan telah tertulis dalam catatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB),” jelas Fananie dalam Diskusi Informasi Konflik Azerbaijan dan Armenia di Rumah Budaya Fananie Center di Jakarta, Senin.

Sejatinya Armenia merupakan bangsa yang terpencar dan tersebar di Eropa, Asia, dan Afrika, imbuhnya.

Fananie mengulas kembali mengenai konflik antara Azerbaijan dan Armenia yang telah terjadi selama puluhan tahun, yang dimulai pada abad ke-20, saat Nagorno-Karabakh menjadi wilayah yang disengketakan kedua negara.

Secara de facto wilayah itu dikuasai oleh Republik Nagorno-Karabakh yang memproklamasikan diri, tapi secara internasional diakui sebagai bagian dari Azerbaijan.

Sekitar 20 persen wilayah Azerbaijan yang diekspansi oleh tentara Armenia yang dibantu oleh Rusia hingga kini masih dikuasai oleh Armenia dan penduduknya bercampur antara etnik Armenia dan Azerbaijan.

Fananie yang juga merupakan pakar hubungan internasional mengibaratkan konflik Azerbaijan-Armenia sebagai tuan rumah yang mengusir penjahat yang masuk ke dalam wilayahnya.

“Secara de facto, PBB mengakui Nagorno-Karabakh sebagai tanah resmi milik Azerbaijan. Belakangan ini juga, Azerbaijan tidak menginginkan perdamaian jika Armenia tidak keluar dari wilayah Azerbaijan,” jelas Fananie.

Selama kurang lebih dua bulan terakhir, konflik tersebut terus memanas dan memicu perselisihan yang semakin mendalam.

Fananie menjelaskan, masyarakat Indonesia harus membaca informasi seputar berita Armenia dan Azerbaijan secara hati-hati, dan cerdas dalam menyaring segala berita yang masuk.

Selama berada di Azerbaijan, dirinya belajar bahwa negara ini memiliki banyak persimpangan peradaban manusia, dan merupakan tempat kelahiran Nabi Nuh ‘alaihi salam.

Azerbaijan juga menjadi tempat bertemunya bangsa Selatan dan Timur yang berjalan menuju ke Utara, atau ke wilyaha Eropa.

“Indonesia akan terus mendukung perjuangan rakyat Azerbaijan dan meminta kepada Armenia untuk membuat kesepakatan menghentikan konflik karena banyak memakan banyak korban dan sangat merugikan dalam semua aspek,” kata Fananie.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here