Di tengah ketegangan Timur Tengah, Arab Saudi tetap jadi destinasi kuliah yang aman, karier global terbuka

Ketua Umum Persatuan Alumni Universitas Arab Saudi, Ustadz Bachtiar Nasir, Lc., menyampaikan 'keynote speech' pada pembukaan Saudi Education Expo 2024 yang digelar oleh Persatuan Pelajar dan Mahasiswa (PPMI) Arab Saudi, di gedung SMESCO Jakarta pada Jumat (31/7/2026). (Indonesia Window)

Jakarta (Indonesia Window) – Transformasi besar-besaran yang tengah dijalankan oleh pemerintah Arab Saudi melalui Visi 2030 bukan hanya mengubah struktur ekonomi dan sosial negara itu, tetapi juga menciptakan kebutuhan besar akan talenta global.

Untuk mewujudkan ambisinya menjadi pusat inovasi dan ekonomi berbasis pengetahuan, pemerintah kerajaan kini membuka peluang bagi mahasiswa dan profesional dari berbagai negara, khususnya di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).

Empat bidang tersebut, justru menjadi titik berat dalam keynote speech yang disampaikan oleh Ketua Umum Persatuan Alumni Universitas Arab Saudi, Ustadz Bachtiar Nasir, Lc., pada pembukaan Saudi Education Expo 2026 di Jakarta, Jumat.

“Pada dua dekade terakhir ini, banyak kampus di Arab Saudi yang membuka kesempatan belajar dan kuliah bagi mahasiswa internasional, untuk memenuhi kebutuhan empat kemampuan, yakni sains, teknologi, engineering, dan matematika,” ucapnya.

Selain menyediakan peluang belajar dengan beasiswa, lanjutnya, pemerintah Kerajaan Arab Saudi juga membuka jutaan lapangan kerja dengan gaji yang sangat bagus, serta fasilitas akomodasi yang sangat memadai.

“Jangan khawatir dengan konflik yang sedang terjadi saat ini. Buktinya, saya kuliah di Universitas Islam Madinah saat pecah perang teluk, dan berhasil lulus pada tahun 1994. Aman-aman saja,” ungkapnya.

Sebagai lulusan salah satu kampus ternama di Arab Saudi, Ust. Bachtiar Nasir juga menguraikan sejumlah kemudahan dan fasilitas sangat istimewa yang dapat diterima oleh mahasiswa internasional, termasuk dari Indonesia.

Fasilitas tersebut diantaranya, bebas uang kuliah, biaya hidup bulanan, tempat tinggal, bahkan buku dan bahan kuliah serta makanan sehari-hari yang disediakan secara cuma-cuma.

Namun, lanjutnya, di sinilah mental dan iman mahasiswa Indonesia diuji. “Peluang belajar agama sangat besar, begitu juga ujian dunianya, ‘saking’ sangat mudahnya mendapatkan apa pun yang dibutuhkan selama kuliah,” ujar Ust, Bachtiar Nasir.

Sekretaris Jenderal Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) itu menyampaikan apresiasi kepada Persatuan Pelajar dan Mahasiswa (PPMI) Arab Saudi sebagai penyelenggara Saudi Education Expo 2026 yang digelar pada 31 Juli-2 Agustus di gedung SMESCO Jakarta.

Acara pembukaan SEE 2026 itu juga dihadiri oleh CEO of Iqra Arabia Universitas Umm Al-Qura Makkah Al-Mukarramah, Syekh Dr. Abdullah Bawazier.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait