
Para pemimpin APEC adopsi deklarasi bersama untuk perdalam kerja sama

Foto yang diabadikan pada 28 Oktober 2025 ini menunjukkan instalasi promosi Pertemuan Para Pemimpin Ekonomi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (Asia-Pacific Economic Cooperation/APEC) ke-32 di Gyeongju, Korea Selatan. (Xinhua/Park Jintaek)
Deklarasi Gyeongju menyebutkan bahwa dunia kini sedang berada pada titik penting, dengan sistem perdagangan global terus menghadapi tantangan yang signifikan, sementara kemajuan pesat teknologi transformatif dan pergeseran demografis membawa implikasi yang mendalam dan berjangka panjang bagi perekonomian-perekonomian anggota APEC.
Gyeongju, Korea Selatan (Xinhua/Indonesia Window) – Para pemimpin Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (Asia-Pacific Economic Cooperation/APEC) pada Sabtu (1/11) mengadopsi sebuah deklarasi bersama untuk memperdalam kerja sama demi masa depan yang berkelanjutan, seiring dengan berakhirnya pertemuan selama dua hari itu.Menurut Deklarasi Gyeongju, dunia kini sedang berada pada titik penting, dengan sistem perdagangan global terus menghadapi tantangan yang signifikan, sementara kemajuan pesat teknologi transformatif dan pergeseran demografis membawa implikasi yang mendalam dan berjangka panjang bagi perekonomian-perekonomian anggota APEC.Deklarasi tersebut menyerukan penguatan kerja sama dan aksi nyata untuk memungkinkan pertumbuhan ekonomi yang bermanfaat bagi semua.Menegaskan kembali pengakuan bersama bahwa perdagangan dan investasi yang kuat sangat penting, dokumen tersebut berjanji untuk tetap berkomitmen memperdalam kerja sama ekonomi guna menghadapi dinamika lingkungan global yang terus berkembang.Mereka berjanji mendukung upaya-upaya untuk memastikan rantai pasokan yang tangguh, sebagai bagian integral dari rantai nilai global, di seluruh kawasan Asia-Pasifik, termasuk melalui keterlibatan yang lebih besar dari sektor swasta dalam diskusi-diskusi yang relevan di APEC.Para pemimpin juga mengadopsi Inisiatif Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) APEC sebagai sebuah langkah gabungan untuk memajukan transformasi AI yang sukses di dalam APEC, membangun kapasitas AI di semua tingkat, termasuk melalui kerja sama regional, dan mengembangkan ekosistem investasi untuk infrastruktur AI yang tangguh.Sebagai bagian dari upaya untuk bersama-sama menanggapi dampak jangka panjang menurunnya tingkat kelahiran, populasi yang menua, dan urbanisasi yang pesat, para pemimpin mengadopsi sebuah kerangka kerja baru, yaitu Kerangka Kerja Kolaboratif APEC untuk Perubahan Demografis, yang bertujuan mengatasi tantangan demografis yang semakin besar di kawasan tersebut.Para pemimpin itu mengatakan kerangka kerja tersebut mencerminkan komitmen bersama mereka untuk mengembangkan kebijakan holistik dan antargenerasi yang dapat menciptakan peluang baru bagi pertumbuhan dan kemakmuran di seluruh Asia-Pasifik.Mengakui bahwa kemakmuran masa depan kawasan itu bergantung pada pemberdayaan generasi penerus, pernyataan tersebut menekankan pentingnya menyediakan sarana dan kesempatan bagi kaum muda untuk membentuk masa depan mereka sendiri.Dipandu oleh tema ‘Membangun Masa Depan yang Berkelanjutan’ (Building a Sustainable Tomorrow), agenda APEC tahun ini bertujuan untuk memajukan konektivitas regional, memacu pertumbuhan yang digerakkan oleh inovasi, serta menciptakan masa depan yang lebih tangguh bagi Asia-Pasifik.Didirikan pada 1989, APEC telah menjadi mesin pertumbuhan ekonomi yang dinamis dan salah satu forum terpenting di kawasan tersebut.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Pemerintah targetkan investasi capai 1.200 triliun rupiah pada 2022
Indonesia
•
24 Aug 2021

Perusahaan di Bursa Efek Beijing galang dana 16 miliar yuan lebih pada 2022
Indonesia
•
27 Jan 2023

Perusahaan makanan Indonesia gelar pameran dagang virtual di Taiwan
Indonesia
•
10 Jul 2020

Negara-negara Sabuk dan Jalur Sutra tingkatkan kerja sama di bidang pertanian
Indonesia
•
23 Aug 2022


Berita Terbaru

Negara-Negara anggota Badan Energi Internasional di Kawasan Asia-Oseania akan "segera" lepas cadangan minyak darurat
Indonesia
•
17 Mar 2026

Jepang mulai lepas cadangan minyak di tengah konflik Timur Tengah
Indonesia
•
17 Mar 2026

Menteri Energi Inggris sebut penutupan Selat Hormuz rugikan ekonomi global
Indonesia
•
17 Mar 2026

Australia tidak akan kirim kapal angkatan laut ke Selat Hormuz
Indonesia
•
17 Mar 2026
