
Danantara tunjuk konsorsium Indonesia-China kembangkan delapan proyek pengolahan sampah jadi listrik

Foto dari udara yang diabadikan menggunakan 'drone' ini menunjukkan tumpukan sampah dan limbah plastik di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Alue Lim, Lhokseumawe, Provinsi Aceh, pada 5 Juni 2026. (Xinhua/Fachrul Reza)
Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Sejumlah konsorsium perusahaan Indonesia dan China ditunjuk sebagai mitra untuk pengembang dan pengelola fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) tahap kedua yang mencakup delapan wilayah aglomerasi, menurut pengumuman terbaru Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia pada Senin (13/7).
"Keterlibatan perusahaan pengolah sampah menjadi energi listrik (Waste-to-Energy/WtE) terkemuka dunia menunjukkan bahwa Indonesia semakin dipercaya sebagai tujuan investasi. Kami melihat ini sebagai peluang untuk mempercepat transfer teknologi, membangun kapasitas nasional, dan memperkuat ekosistem industri pengelolaan sampah di Indonesia," kata CEO PT Danantara Investment Management (DIM) Pandu Sjahrir dalam keterangannya.
Dari total delapan proyek PSEL yang diumumkan pada tahap kedua ini, setidaknya enam di antaranya melibatkan perusahaan China baik sebagai mitra teknologi maupun pemimpin konsorsium.
Beberapa konsorsium yang ditunjuk tersebut di antaranya kemitraan antara China Everbright Environment Group Ltd., PT Harmoni Development Indonesia, dan PT Bioregen Enviro Tech di proyek PSEL Kabupaten Bekasi. Selain itu, juga terdapat konsorsium antara PT Chandra Waste Energy dan Beijing GeoEnviron Engineering and Tech Inc yang ditunjuk menggarap fasilitas PSEL Serang Raya.
Perusahaan China lainnya, yakni Tianjin Teda Environmental Protection Co., Ltd., akan bermitra dengan PT Pertamina Power Indonesia dan CITICC International Investment Limited di fasilitas PSEL Yogyakarta Raya. Sementara itu, PSEL Bogor Raya 2 akan digarap oleh PT Mega Power Mandiri dan Cevia Enviro Inc, perusahaan WtE asal Provinsi Henan, China.
Shanghai SUS Environment Co., Ltd., melalui anak usahanya, SUS Indonesia Holding Limited, akan terlibat di dua proyek PSEL, yakni di Lampung Raya dan Surabaya Raya, melalui kemitraan dengan tiga perusahaan lokal.
SUS bukanlah nama baru di industri WtE Indonesia karena perusahaan ini juga tengah menggarap proyek PSEL Kota Makassar.
Selain beberapa perusahaan WtE China tersebut, terdapat dua perusahaan lainnya yang lebih dulu ditunjuk dalam seleksi tahap pertama, yakni Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd. di fasilitas PSEL Denpasar Bali dan Bogor Raya 1, serta Wangneng Environment Co., Ltd. di PSEL Kota Bekasi.
Direktur Investasi DIM sekaligus CEO PT Daya Energi Bersih Nusantara (Danera) Fadli Rahman mengatakan seluruh tahap seleksi pemilihan mitra operator PSEL telah dilakukan secara objektif melalui sejumlah penilaian mulai dari aspek kredensial proyek PSEL, kemampuan finansial, hingga komitmen jangka panjang dan pengalaman eksekusi di Indonesia. Danera merupakan bagian dari Danantara yang berfokus pada pengembangan PSEL.
Selanjutnya, masing-masing mitra terpilih wajib memenuhi persyaratan untuk memperoleh Final Letter of Award, termasuk penyusunan studi kelayakan, finalisasi struktur proyek, pembentukan perusahaan patungan, penyelesaian dokumen komersial, serta perolehan komitmen pembiayaan.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Kemenkes terbitkan Surat Edaran tentang virus Nipah
Indonesia
•
27 Sep 2023

Titik api baru bertambah, operasi pemadaman karhutla di Palangka Raya ditingkatkan
Indonesia
•
23 Aug 2026

Jokowi dorong pembentukan PTA antara Indonesia dan Kenya
Indonesia
•
22 Aug 2023

COVID-19 – Jepang sediakan 6,9 triliun rupiah untuk Indonesia tangani pandemik
Indonesia
•
20 Oct 2020


Berita Terbaru

Menhub Dudy: Sejumlah Bandara terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau kembali dibuka
Indonesia
•
07 Sep 2026

Kemenag, Baznas, dan LAZ kolaborasi sertifikasi profesi SDM zakat
Indonesia
•
08 Sep 2026

Pendaftaran beasiswa zakat Indonesia diperpanjang hingga 14 Sept
Indonesia
•
08 Sep 2026

Penasehat FAI Aat Surya Safaat apresiasi ‘Sudut Pandang Award 2026’
Indonesia
•
06 Sep 2026
