
RCEP akan bantu tingkatkan partisipasi Vietnam dalam rantai pasokan

Foto yang diabadikan pada 6 November 2021 ini menunjukkan sebuah kereta melaju di jalur metro Cat Linh-Ha Dong di Hanoi, Vietnam. (Xinhua/VNA)
Dampak RCEP terhadap Vietnam terlihat dari meningkatnya partisipasi negara itu dalam rantai pasokan regional, mencakup komoditas seperti tekstil, garmen, mobil, dan beberapa produk elektronik.
Hanoi, Vietnam (Xinhua) – Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Partnership/RCEP) akan membantu Vietnam memperkuat partisipasinya dalam rantai pasokan regional, lapor Vietnam News Agency (VNA) pada Jumat (11/11), mengutip sebuah laporan baru.Laporan mengenai dampak RCEP terhadap Vietnam dalam hal pembentukan rantai pasokan di negara itu dirilis oleh Pusat Informasi dan Proyeksi Sosial Ekonomi Nasional (National Center for Socioeconomic Information and Forecast/NCIF) Vietnam bersama dengan yayasan asal Jerman Konrad-Adenauer-Stiftung di Vietnam pada Kamis (10/11).Dengan perjanjian perdagangan bebas (Free Trade Agreement/FTA) yang ditandatangani di antara negara-negara anggota, beberapa kelompok komoditas seperti komponen elektronik, tekstil, dan garmen dapat diperdagangkan di antara anggota RCEP dengan tarif yang sangat rendah, kata laporan itu.Tarif telah dipangkas untuk beberapa barang yang rantai pasokannya terlibat secara luas di Vietnam seperti tekstil, garmen, mobil, dan beberapa produk elektronik. Penerapan rules of origin yang konsisten di bawah RCEP akan membantu negara itu meningkatkan keterlibatannya dalam rantai pasokan regional. Rules of origin merupakan mekanisme yang digunakan untuk menentukan asal barang.Pergeseran rantai pasokan ke Vietnam yang sudah berlangsung berkat FTA bilateral atau dalam kerangka kerja Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) Plus 6 akan lebih dipromosikan oleh RCEP. Arus masuk investasi asing langsung juga diperkirakan akan semakin meningkat ketika para investor besar di kawasan tersebut meningkatkan spesialisasi untuk mengembangkan rantai pasokan, menurut laporan tersebut.
Seorang petani bekerja di kebun buah naga miliknya di Distrik Thoi Lai, Provinsi Can Tho, Vietnam, pada 26 Januari 2022. (Xinhua/VNA)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Dubes RI untuk China harapkan mitra di China manfaatkan ‘golden visa’ dan peluang investasi jangka panjang
Indonesia
•
28 Feb 2025

Minyak turun di tengah kekhawatiran pandemik dan dolar AS yang menguat
Indonesia
•
06 Apr 2022

Gallup: Hampir separuh orang Amerika cemas dengan keamanan uang mereka di bank
Indonesia
•
05 May 2023

Ethiopia tingkatkan pendapatan melalui ekspor energi
Indonesia
•
18 Mar 2024


Berita Terbaru

Singapura bentuk Future of Finance Institute, percepat adopsi AI dan tokenisasi di sektor keuangan
Indonesia
•
26 Jun 2026

Chery Q kantongi lebih dari 3.000 prapemesanan, EV Compact berjarak tempuh 400 km
Indonesia
•
26 Jun 2026

Apple naikkan harga Mac dan iPad akibat lonjakan biaya cip memori, iPhone tetap tidak berubah
Indonesia
•
26 Jun 2026

Bank of China Hong Kong jadi bank kliring RMB di Indonesia, permudah perdagangan dan investasi bilateral
Indonesia
•
26 Jun 2026
